Harimurti

Google & Apple Sembunyikan Mega Proyek AI, Investor Geram!

Lintaswarta.co.id – Sebuah misteri besar menyelimuti kemitraan kecerdasan buatan (AI) antara dua raksasa teknologi dunia, Google dan Apple. Kemitraan strategis ini, yang berpotensi mengubah lanskap industri, justru membuat para investor pemilik saham kedua perusahaan diliputi rasa penasaran dan bahkan frustrasi. Pasalnya, Alphabet, induk perusahaan Google, secara mengejutkan menolak memberikan penjelasan detail saat dihadapkan pertanyaan investor mengenai kerja sama krusial tersebut.

Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebelumnya, Google memang telah mengonfirmasi adanya kesepakatan untuk mengintegrasikan teknologi AI-nya ke dalam ekosistem perangkat Apple, termasuk iPhone dan MacBook. Namun, rincian spesifik dari kolaborasi ini masih menjadi teka-teki. Berdasarkan informasi yang beredar, kerja sama jangka panjang ini akan berpusat pada penyediaan model Gemini dan infrastruktur cloud Google untuk mendukung pengembangan model AI dasar yang sedang digarap oleh Apple. Dalam pernyataan bersama, Apple menegaskan, "Kami sampai pada kesimpulan bahwa teknologi AI Google merupakan fondasi paling sesuai untuk Apple Foundation Models." Mereka juga menyatakan antusiasme untuk "menciptakan pengalaman inovatif yang akan dinikmati pengguna Apple."

COLLABMEDIANET

Meskipun demikian, Apple juga memastikan bahwa fitur AI internal mereka, yang diberi label ‘Apple Intelligence’, akan tetap menjadi bagian integral dari perangkat dan layanan cloud mereka. Inovasi seperti Siri dan Genmoji adalah beberapa contoh produk yang termasuk dalam payung Apple Intelligence ini.

Sikap bungkam Alphabet pada sesi pertemuan dengan investor menjadi sorotan tajam. Perusahaan induk Google itu secara terang-terangan mengabaikan pertanyaan krusial dari salah satu pemegang saham mengenai detail kesepakatan dengan Apple. Mengutip laporan Tech Crunch, keengganan ini mengindikasikan bahwa Alphabet belum siap untuk membeberkan potensi dampak signifikan dari kolaborasi dengan Apple terhadap lini bisnis utama mereka.

Hubungan antara Google dan Apple selama ini dikenal saling menguntungkan, terutama melalui kemitraan di sektor pencarian. Google bahkan rela menggelontorkan dana fantastis sebesar US$ 20 miliar untuk memastikan mesin pencarinya menjadi default di miliaran perangkat Apple. Imbalannya, Google mendapatkan akses tak terbatas ke basis pengguna Apple yang mencapai 2,5 miliar perangkat di seluruh dunia.

Namun, skema keuntungan bagi Google dalam kesepakatan AI ini masih buram. Selain pembayaran sekitar US$ 1 miliar per tahun dari Apple, belum ada gambaran jelas mengenai manfaat finansial lainnya. Hal ini diperparah oleh fakta bahwa bisnis iklan Google di platform AI belum menunjukkan performa seoptimal bisnis iklan di mesin pencari. Menariknya, produk chatbot andalan Apple, Siri, juga nyaris tidak disinggung dalam diskusi para investor Alphabet, menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab dan memicu spekulasi di kalangan pasar.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar