Amran Bongkar Rahasia RI Hadapi Perang Iran: Aman 324 Hari!

Harimurti

Amran Bongkar Rahasia RI Hadapi Perang Iran: Aman 324 Hari!

Lintaswarta.co.id – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa cadangan pangan nasional Indonesia berada dalam kondisi sangat aman, bahkan di tengah memanasnya situasi geopolitik global akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan masyarakat di tengah kekhawatiran global.

Amran menyatakan, pemerintah telah melakukan perhitungan cermat mengenai kekuatan cadangan pangan. Hasilnya menunjukkan stok pangan saat ini cukup untuk kebutuhan jangka panjang, bahkan mencapai 324 hari. Ia menekankan bahwa angka ini adalah stok yang tersedia saat ini, sementara produksi pangan nasional terus berjalan dan panen terjadi setiap bulan, memastikan pasokan tak terputus.

Amran Bongkar Rahasia RI Hadapi Perang Iran: Aman 324 Hari!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kami sudah tahu ada perang Iran-Israel. Kami umumkan kondisi pangan. Alhamdulillah setelah kami hitung, kekuatan pangan kita dengan geopolitik memanas, cadangan kita sampai hari ini, tersedia sampai 324 hari," ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

COLLABMEDIANET

Ia menambahkan, "Hati-hati, jangan salah interpretasi. Bukan berarti 324 hari selesai, bukan. Hari ini kita siap untuk 324 hari. Tapi juga tiap bulan produksi 2,6 juta ton minimal, bisa sampai 5,7 juta ton."

Cadangan pangan ini berasal dari berbagai sumber yang terintegrasi. Amran merinci, mulai dari cadangan Bulog yang mencapai 3,7 juta ton, kemudian stok di hotel, restoran, dan katering (Horeka) yang melampaui 12 juta ton. Selain itu, ada juga ‘standing crop’ atau tanaman yang masih dalam proses pertumbuhan, diperkirakan menyumbang 10-11 juta ton.

Dengan kebutuhan pangan nasional rata-rata sekitar 2,5 juta ton per bulan, dan produksi bulanan yang berkisar antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton, pasokan pangan dipastikan tetap terjaga surplus. "Jadi, pangan aman. Tidak usah risau," tegas Amran, memberikan jaminan kepada publik.

Komoditas paling krusial yang menjadi perhatian utama adalah beras, mengingat posisinya sebagai makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. "Yang paling vital adalah beras. Kalau beras tidak ada, Republik ini bermasalah. Komposisi beras dalam konsumsi kita sehari-hari paling tinggi, 65-70%," jelasnya.

Amran menjelaskan bahwa komoditas lain masih memiliki opsi pengganti jika terjadi kelangkaan. "Kalau daging tidak ada, masih bisa substitusi ke telur. Telur tidak ada, masih bisa ke ikan. Tapi kalau beras tidak ada… Ubi bisa, tapi itu bukan taste-nya, bedalah. Umumnya masyarakat Indonesia beras," terangnya, menyoroti pentingnya beras yang tak tergantikan.

Selain konflik geopolitik, pemerintah juga sigap mengantisipasi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi BMKG akan terjadi pada bulan April. Amran optimistis karena Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi El Nino dahsyat pada tahun 2023.

"El Nino kita pernah hadapi yang paling dahsyat tahun 2023, alhamdulillah kita bisa lolos. Dari rencana impor waktu itu 10 juta, kami ratas, alhamdulillah kita bisa reda hanya 3 juta ton lebih," ungkapnya. Ia bahkan menyebut El Nino 2023 jauh lebih parah dari prediksi tahun ini, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. "Kita sudah siapkan semua," pungkasnya, menutup pernyataannya dengan nada keyakinan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar