lintaswarta.co.id, Jakarta – Operasi pencarian korban insiden terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa memasuki babak baru. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara signifikan memperluas area pencarian pada Selasa (15/9), menandakan intensifikasi upaya penyelamatan yang terus berlangsung.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, total luasan area pencarian kini mencapai 4.600 nautical mile. Angka ini hampir dua kali lipat dari cakupan hari sebelumnya, dan telah dibagi menjadi enam sektor strategis untuk efektivitas operasi. Sudayana menjelaskan kepada awak media pada Selasa, bahwa langkah ini diambil untuk memastikan setiap potensi lokasi keberadaan korban dapat terjangkau.
Dalam upaya masif ini, Basarnas tidak sendiri. Sejumlah kapal milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) turut dikerahkan, dengan sorotan utama pada KRI Canopus. Kapal ini menjadi andalan berkat teknologi canggih yang dimilikinya, dirancang khusus untuk mendukung proses pencarian di bawah permukaan laut, sebuah kebutuhan krusial mengingat sifat insiden.

Related Post
Selain KRI Canopus yang ditempatkan di Sektor 5, armada pencarian juga diperkuat oleh KRI Nala, KRI Gusti Ngurah Rai, KRI Pulau Fani, KN SAR Laksmana, KN Kunyit, Kapal Kumai, KN SAR Wisanggeni, serta beberapa kapal polisi yang disiagakan. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, pengerahan teknologi bawah air KRI Canopus menjadi sangat vital. Hal ini menyusul kendala cuaca ekstrem pada Senin (14/9) yang menghambat pengerahan tim penyelam manual, sehingga memaksa tim untuk beralih ke metode pencarian bawah air berbasis teknologi.
Teknologi yang dimanfaatkan KRI Canopus meliputi drone bawah air, Multibeam Echo Sounder, dan Remotely Operated Vehicle (ROV). Perangkat-perangkat ini diharapkan mampu memindai dasar laut dan mendeteksi objek di kedalaman yang sulit dijangkau manusia. Hingga laporan terakhir pada Senin, dari total 243 individu yang berada di KM Virgo Transport 8, sebanyak 114 orang telah berhasil diselamatkan. Namun, 129 orang lainnya masih dalam daftar pencarian, memicu harapan besar pada operasi yang diperluas ini.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita, saat sedang dalam pelayaran rutin dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal yang bertolak sejak Sabtu (12/9) ini mengangkut 243 orang, terdiri dari penumpang, awak kapal, dan kru. Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat jumlah korban yang masih belum ditemukan dan tantangan pencarian di tengah luasnya Laut Jawa.







Tinggalkan komentar