Balas Dendam Iran: Drone Murah Bikin AS Ketar-ketir!

Harimurti

Balas Dendam Iran: Drone Murah Bikin AS Ketar-ketir!

Lintaswarta.co.id – Ketegangan di Timur Tengah memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah aset Amerika Serikat. Bukan dengan rudal canggih, melainkan dengan mengerahkan ribuan unit drone Shahed-136 yang dikenal berbiaya produksi sangat rendah. Aksi ini merupakan respons atas pengeboman yang dilakukan oleh AS sebelumnya.

Sejumlah laporan mengonfirmasi serbuan drone Shahed di berbagai titik strategis, termasuk markas besar Armada Kelima AS di Bahrain, serta lokasi-lokasi penting lainnya di Kuwait dan Uni Emirat Arab. Serangan ini menunjukkan strategi baru Iran dalam menghadapi kekuatan militer AS di kawasan tersebut.

Balas Dendam Iran: Drone Murah Bikin AS Ketar-ketir!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Drone Shahed, yang namanya berarti ‘saksi’ dalam bahasa Persia, dikenal sebagai ‘senjata bunuh diri’ karena kemampuannya menghantam target layaknya rudal dengan biaya produksi yang sangat efisien. Ciri khasnya adalah suara dengungan keras yang dihasilkan mesinnya sesaat sebelum mencapai sasaran, memberikan peringatan singkat sebelum ledakan.

COLLABMEDIANET

Secara fisik, Shahed-136 memiliki panjang sekitar 2,5 meter dengan bentang sayap mencapai 3,5 meter. Bagian hidungnya dipersenjatai hulu ledak seberat 200 kilogram, dilengkapi perangkat optik untuk pemantauan dan penargetan yang presisi. Drone ini mampu melesat hingga 850 kilometer per jam. Namun, detail yang paling mencengangkan adalah mesin piston MD550 yang digunakannya, yang kabarnya diperoleh melalui platform e-commerce global, Aliexpress.

Proses peluncurannya memanfaatkan mesin roket pendorong awal, yang kemudian dilepaskan setelah drone mengudara, digantikan oleh mesin internal untuk melanjutkan penerbangan. Meskipun secara teknologi tidak tergolong canggih, efektivitas Shahed terbukti tinggi dan sulit ditangkal. Biaya produksinya yang rendah memungkinkan pengerahan dalam jumlah masif, menjadikannya ‘senjata yang dapat dikorbankan’ secara strategis.

Produksi drone ini dilakukan oleh Iran Aircraft Manufacturing Industrial Company (HESA), sebuah entitas yang dikenal memiliki kedekatan erat dengan Garda Revolusi Islam Iran, dengan fasilitas pabrik berlokasi di Pangkalan Udara Badr, Isfahan. Model drone ini juga tercatat digunakan oleh Rusia dalam konflik di Ukraina, menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitasnya di berbagai medan perang.

Selain varian 136, Iran juga memiliki Shahed-131, versi yang lebih ringkas dengan panjang 2,6 meter, lebar sayap 2,2 meter, berat 135 kilogram, dan hulu ledak 15 kilogram. Keberadaan kedua varian ini menegaskan kemampuan Iran dalam mengembangkan dan memproduksi sistem persenjataan drone yang efektif dan ekonomis.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar