lintaswarta.co.id – Raksasa pertambangan Indonesia, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), secara resmi mengumumkan langkah ekspansi strategis di kancah internasional. Melalui anak usahanya, perusahaan ini telah berhasil mengakuisisi perusahaan asal Australia, Mount Margaret, dalam sebuah transaksi bernilai fantastis mencapai US$22 juta atau setara dengan Rp398 miliar.
Langkah berani ini dikonfirmasi oleh pihak manajemen melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan laporan tersebut, proses pengambilalihan saham Mount Margaret telah rampung dilaksanakan pada 23 Oktober 2026. Transaksi ini dilakukan melalui Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA), sebuah entitas yang didirikan di bawah hukum Australia dan merupakan anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh BUMI.
Dalam pernyataan resminya, manajemen menjelaskan bahwa akuisisi ini mencakup seluruh lembar saham yang diterbitkan oleh Mount Margaret. Dengan kepemilikan 100 persen saham tersebut, BUMI kini secara tidak langsung telah memperluas jangkauan operasionalnya ke wilayah Australia melalui entitas BRA.

Related Post
Keputusan untuk meluncurkan aksi korporasi ini bukan tanpa alasan. Manajemen menegaskan bahwa akuisisi Mount Margaret merupakan bagian integral dari rencana transformasi besar-besaran yang tengah dijalankan oleh BUMI. Fokus utama dari langkah ini adalah program diversifikasi usaha agar perseroan tidak hanya bergantung pada sektor batu bara, namun juga merambah ke lini bisnis lain yang menjanjikan di masa depan.
Pihak manajemen optimis bahwa integrasi Mount Margaret ke dalam struktur bisnis BUMI akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap seluruh kegiatan operasional perseroan. Selain memperkuat posisi perusahaan di pasar global, langkah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi seluruh pemegang saham dalam jangka panjang.
Sementara itu, di lantai bursa, pergerakan saham BUMI terpantau masih bergerak stabil. Hingga pukul 11.00 WIB pada perdagangan hari ini, harga saham BUMI bertahan di level Rp140 per lembar, tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan penutupan pekan lalu.
Jika menilik performa harga saham secara tahun berjalan (year to date), BUMI memang sempat mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 61,48%. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year), saham ini justru menunjukkan tren penguatan sebesar 4,48%. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar BUMI tercatat berada di angka Rp52,36 miliar.
Aksi akuisisi ini menjadi sinyal kuat bahwa BUMI tengah bersiap untuk menghadapi tantangan industri energi global dengan portofolio yang lebih beragam dan tangguh.








Tinggalkan komentar