Dunia Bergolak, Putin-Xi Kunci Stabilitas Global!

Harimurti

Dunia Bergolak, Putin-Xi Kunci Stabilitas Global!

Lintaswarta.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini menyatakan bahwa kemitraan strategis antara Moskow dan Beijing berperan krusial sebagai penstabil di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Pernyataan tegas ini dilontarkan Putin dalam sebuah panggilan video dengan Presiden China Xi Jinping, Rabu lalu.

Dalam percakapan virtual tersebut, Putin secara khusus menggarisbawahi penguatan signifikan hubungan ekonomi, politik, dan keamanan antara kedua negara. Kedekatan ini semakin intensif menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 dan gelombang sanksi berat dari negara-negara Barat. "Di tengah gejolak yang terus meningkat, aliansi kebijakan luar negeri antara Moskow dan Beijing tetap menjadi elemen penstabil yang esensial," tegas Putin kepada Xi, sebagaimana dilaporkan oleh televisi pemerintah Rusia dan dikutip AFP.

Dunia Bergolak, Putin-Xi Kunci Stabilitas Global!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pemimpin Kremlin itu bahkan melabeli kemitraan kedua negara sebagai "contoh teladan" dalam kerja sama internasional. "Kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis Rusia-China adalah model yang patut dicontoh," ujarnya, seraya menambahkan sapaan akrab "sahabatku" kepada Xi.

COLLABMEDIANET

Panggilan video ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah pejabat senior dari kedua belah pihak sepakat untuk "menembus batas baru" dalam hubungan bilateral tahun ini, dengan fokus pada peningkatan kerja sama ekonomi. Putin secara spesifik menyoroti volume perdagangan bilateral yang terus tumbuh, seiring Rusia mengalihkan fokus ekspornya ke pasar Asia setelah sanksi Barat membatasi aksesnya. Perlu dicatat, China hingga saat ini belum pernah secara eksplisit mengutuk invasi Rusia ke Ukraina atau menyerukan penarikan pasukan Moskow, sebuah sikap yang oleh beberapa sekutu Ukraina dianggap sebagai bentuk dukungan tidak langsung terhadap Rusia.

Yang menarik, dialog antara Putin dan Xi ini berlangsung di tengah putaran pembicaraan lanjutan di Abu Dhabi, di mana negosiator dari Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat (AS) berupaya mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik yang kini mendekati tahun keempat. Kendati demikian, isu Ukraina sama sekali tidak disebutkan dalam percakapan antara kedua pemimpin tersebut.

Kedekatan personal antara kedua pemimpin juga tak luput dari perhatian. Pertemuan tatap muka terakhir Putin dengan Xi terjadi pada September tahun lalu, saat ia menghadiri parade militer akbar di Beijing. Sementara itu, Xi Jinping sempat mengunjungi Moskow pada Mei tahun lalu untuk memperingati kemenangan Rusia atas Nazi dalam Perang Dunia II.

Interaksi tingkat tinggi juga terus berlangsung di jajaran pejabat. Pada akhir pekan lalu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengadakan pertemuan dengan Kepala Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu di Beijing. Dalam kesempatan tersebut, Wang menekankan urgensi kerja sama bilateral. "China dan Rusia harus bahu-membahu menegakkan multilateralisme di tengah kekacauan global, serta mendukung tatanan dunia multipolar yang setara dan teratur," ujar Wang Yi, sebagaimana dirilis oleh Kementerian Luar Negeri China.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar