Gawat! RI di Peringkat Ini, Terlalu Candu China?

Harimurti

Gawat! RI di Peringkat Ini, Terlalu Candu China?

Lintaswarta.co.id melaporkan bahwa fenomena ketergantungan global terhadap produk impor dari Tiongkok menunjukkan peningkatan signifikan. Data statistik mengungkapkan bahwa tak kurang dari 128 negara di dunia kini mengandalkan Tiongkok untuk setidaknya 10% dari total kebutuhan impor mereka. Di antara semua, Kamboja menduduki peringkat teratas dengan tingkat ketergantungan mencapai 46,8%. Mayoritas impor Kamboja dari China adalah bahan baku esensial untuk industri tekstilnya, sektor yang menjadi tulang punggung ekspor utama negara tersebut.

Sementara itu, Indonesia sendiri menempati posisi ke-9 secara global, di mana 31,4% dari total impornya berasal dari Negeri Tirai Bambu. Angka ini menempatkan Indonesia dalam daftar sepuluh negara dengan tingkat ketergantungan impor tertinggi terhadap China, sebuah indikator penting dalam dinamika perdagangan internasional saat ini.

Gawat! RI di Peringkat Ini, Terlalu Candu China?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ketergantungan yang masif ini tidak terlepas dari minimnya basis manufaktur domestik di banyak negara. Akibatnya, mereka sangat bergantung pada pasokan bahan baku, komponen, dan barang modal dari China untuk menjaga roda industri ekspor mereka tetap berputar, mulai dari sektor tekstil hingga perakitan elektronik. Implikasinya, stabilitas produksi dan arah kebijakan perdagangan China menjadi penentu krusial bagi keberlangsungan aktivitas industri di negara-negara pengimpor tersebut.

COLLABMEDIANET

Namun, hubungan dengan Tiongkok melampaui sekadar transaksi impor-ekspor. Sejak diluncurkannya inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) pada tahun 2013, Beijing telah mengucurkan investasi besar untuk membiayai pembangunan proyek-proyek infrastruktur strategis, termasuk pelabuhan dan jalur logistik, di berbagai negara berkembang. Skema pinjaman yang ditawarkan ini secara efektif memperkuat posisi Tiongkok dalam jaringan perdagangan global, khususnya di negara-negara dengan keterbatasan kapasitas fiskal.

Pergeseran signifikan juga terlihat pada profil ekspor Tiongkok. Jika sebelumnya dikenal sebagai produsen barang murah, kini teknologi telah menjadi tulang punggung ekspor terbesarnya. Komoditas seperti chip semikonduktor, ponsel pintar, dan kendaraan bermotor mendominasi daftar ekspor, menegaskan posisi vital Tiongkok dalam rantai pasok global yang semakin kompleks dan modern.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar