Lintaswarta.co.id mengabarkan, gelombang serangan udara brutal yang dilancarkan militer Israel di Jalur Gaza selatan akhir pekan lalu telah merenggut setidaknya 12 nyawa warga Palestina, dengan separuh dari korban tewas tersebut adalah anak-anak. Insiden memilukan ini kembali menyulut ketegangan di wilayah konflik tersebut, memicu kecaman internasional.
Laporan dari sumber medis setempat mengonfirmasi bahwa salah satu target utama serangan pada Sabtu (31/1) adalah tenda-tenda pengungsian di wilayah Al-Mawasi, sebelah barat laut Khan Younis. Zona yang sebelumnya dianggap relatif aman ini kini menjadi saksi bisu kekejaman, di mana tujuh warga Palestina, termasuk tiga anak-anak tak berdosa, kehilangan nyawa. Jenazah para korban segera dievakuasi ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, diselimuti suasana duka yang mendalam.
Tak hanya di Khan Younis, delapan warga Palestina lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam pemboman terpisah yang menghantam gedung apartemen di lingkungan Daraj, Kota Gaza. Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat bahwa eskalasi kekerasan ini telah menambah panjang daftar korban. Sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat berlaku pada 10 Oktober lalu, total warga Palestina yang tewas akibat operasi militer Israel telah mencapai sedikitnya 524 jiwa.

Related Post
Serangan berdarah ini terjadi di tengah persiapan krusial pembukaan kembali gerbang Rafah, yang menjadi satu-satunya jalur penghubung Gaza dengan Mesir, dijadwalkan pada Minggu (1/2). Meskipun pembukaan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang rapuh dengan Hamas, Israel menegaskan akan menerapkan aturan yang sangat ketat dan terbatas, menimbulkan kekhawatiran akan akses bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.








Tinggalkan komentar