Lintaswarta.co.id melaporkan, suasana tegang menyelimuti Istanbul, Turki, pada Minggu (1/2/2026) ketika para demonstran melampiaskan kemarahan mereka di luar Konsulat Jenderal AS. Dalam aksi protes yang membara, poster Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi sasaran pembakaran, sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Iran dan kecaman keras terhadap kebijakan AS.
Aksi tersebut tidak hanya menargetkan wajah kedua pemimpin, melainkan juga melibatkan pembakaran bendera Amerika Serikat dan Israel. Para pengunjuk rasa menyuarakan penolakan terhadap ketegangan yang meningkat antara Washington dan Teheran, serta mengecam tindakan AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Lintaswarta.co.id mengutip laporan Reuters yang menyebutkan bahwa eskalasi ketegangan ini terjadi di tengah peningkatan kehadiran angkatan laut AS di kawasan Timur Tengah. Presiden Trump sebelumnya berulang kali mengancam Iran dengan intervensi militer jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan nuklir atau gagal menghentikan tindakan keras terhadap demonstran di negaranya.

Related Post
Meskipun kebuntuan antara penguasa ulama Iran dan pemerintahan Trump tampak jelas, kedua belah pihak telah memberikan sinyal kesiapan untuk melanjutkan pembicaraan. Sekutu regional, termasuk Turki, juga aktif berupaya meredakan suhu politik yang memanas demi stabilitas kawasan.
Saat ini, Angkatan Laut AS memiliki enam kapal perusak, satu kapal induk, dan tiga kapal tempur pesisir yang ditempatkan di wilayah tersebut. Peningkatan kekuatan militer ini, ditambah dengan tindakan keras mematikan Iran terhadap protes nasional menentang kepemimpinan mereka, secara signifikan meningkatkan risiko pecahnya konflik bersenjata di kawasan yang sudah bergejolak.









Tinggalkan komentar