Gelombang Mahasiswa Guncang Politik Serbia

Moch Divan

Gelombang Mahasiswa Guncang Politik Serbia

lintaswarta.co.id – Pusat Kota Belgrade mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Kamis (22/10/2026). Ribuan massa yang didominasi oleh kelompok mahasiswa berkumpul dalam sebuah aksi kampanye besar-besaran sebagai persiapan menghadapi pesta demokrasi yang akan digelar pada Minggu, 25 Oktober mendatang. Massa yang tergabung dalam gerakan "Students Win" ini tampak sangat antusias menyuarakan aspirasi mereka demi menantang dominasi politik yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Suasana di Belgrade tampak sangat emosional. Sorak-sorai pendukung, nyanyian perjuangan, hingga kibaran bendera Serbia yang bersanding dengan cahaya suar yang menyala di tengah kerumunan menciptakan atmosfer yang mencekam sekaligus penuh harapan. Aksi ini bukan sekadar kampanye biasa, melainkan sebuah pernyataan sikap politik dari generasi muda yang merasa masa depan mereka sedang dipertaruhkan.

Gelombang Mahasiswa Guncang Politik Serbia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pemilihan umum kali ini diprediksi akan menjadi salah satu momen paling krusial dalam sejarah politik Serbia modern. Gerakan mahasiswa ini secara terang-terangan menantang posisi Presiden veteran Aleksandar Vucic, yang melalui partainya telah memegang kendali kekuasaan di negara tersebut selama 12 tahun terakhir. Sebagai bentuk keseriusan dalam melakukan perubahan sistemik, kelompok mahasiswa ini tidak hanya turun ke jalan, tetapi juga telah mendaftarkan sebanyak 250 kandidat untuk berkompetisi secara resmi dalam pemilu.

COLLABMEDIANET

Akar dari kemarahan dan gerakan massa ini bermula dari tragedi memilukan pada tahun 2024, saat runtuhnya kanopi stasiun kereta api di Novi Sad merenggut 16 nyawa. Peristiwa tersebut menjadi pemantik api amarah publik yang selama ini terpendam. Tragedi itu dianggap sebagai dampak nyata dari dugaan praktik korupsi dan pengabaian standar keamanan yang dilakukan oleh pemerintah. Sejak saat itu, gelombang demonstrasi mahasiswa terus mengalir, menuntut transparansi dan pembersihan birokrasi dari praktik-praktik lancung.

Salah satu peserta aksi, Natalija Vujisic, mengungkapkan alasan emosional di balik keterlibatannya. Ia menyatakan bahwa perjuangan ini adalah demi memastikan generasi mendatang, termasuk anak-anaknya, dapat tumbuh di lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari jeratan korupsi yang merusak tatanan negara. Senada dengan hal tersebut, Viktor Milenkovic, pendukung lainnya, menegaskan bahwa kerumunan besar di Belgrade adalah bukti nyata bahwa dukungan terhadap gerakan mahasiswa dan daftar kandidat mereka sangat masif dan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Menariknya, sebuah jajak pendapat terbaru yang dirilis pekan ini menunjukkan fenomena yang mengejutkan. Tingkat dukungan terhadap gerakan mahasiswa kini berada pada posisi yang hampir seimbang dengan Partai Progresif Serbia (SNS), kekuatan politik utama yang menjadi tulang punggung kekuasaan Vucic. Pemilu hari Minggu nanti akan menjadi ujian pembuktian apakah kekuatan jalanan yang selama ini mereka bangun mampu bertransformasi menjadi kekuatan politik yang sah di kursi pemerintahan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar