Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya

Harimurti

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya

lintaswarta.co.id – Warga di kawasan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikejutkan oleh guncangan hebat akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 pada Minggu (4/10/2026) pagi. Peristiwa alam yang terjadi saat sebagian besar penduduk masih terlelap ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan, mulai dari hunian warga hingga fasilitas pendidikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, pusat gempa terletak di koordinat 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur, dengan titik pusat gempa berada sekitar 14 kilometer arah barat daya Kodi. Meskipun guncangannya terasa sangat kuat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa bencana ini tidak berpotensi memicu tsunami.

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa dampak kerusakan mulai terlihat di wilayah Perokonda. Salah satu fasilitas publik yang terdampak adalah SD Islam, di mana struktur bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Selain sekolah, setidaknya dua rumah milik warga juga tidak luput dari dampak guncangan tersebut.

COLLABMEDIANET

Teguh mengungkapkan bahwa intensitas guncangan yang dirasakan masyarakat berada pada skala IV hingga VI Modified Mercalli Intensity (MMI). Perbedaan skala ini menunjukkan betapa kuatnya getaran yang merambat di permukaan tanah.

"Gempa dapat dirasakan pada skala IV hingga VI MMI," ujar Teguh dalam keterangannya.

Pada skala IV MMI, guncangan biasanya dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, menyebabkan benda-benda pecah belah seperti gerabah berjatuhan, serta menimbulkan suara berderik pada pintu dan jendela. Sementara itu, pada skala VI MMI, getaran terasa jauh lebih ekstrem. Seluruh penduduk akan merasa terkejut dan cenderung berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Pada level ini, kerusakan fisik seperti plester dinding yang rontok hingga kerusakan ringan pada struktur bangunan lainnya mulai terlihat jelas.

Selain kerusakan infrastruktur, laporan sementara menunjukkan adanya korban jiwa dalam skala kecil. Teguh mengonfirmasi bahwa terdapat satu orang warga yang mengalami luka ringan akibat insiden gempa tersebut. Hingga saat ini, petugas di lapangan masih melakukan pendataan lebih lanjut mengenai total kerugian materiil maupun jumlah bangunan yang mengalami kerusakan kategori sedang.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.55 WIB ini menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah NTT untuk selalu waspada terhadap potensi bencana serupa. Meskipun tidak ada ancaman tsunami, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap memperhatikan keamanan struktur bangunan tempat tinggal mereka. Pihak berwenang terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut guna mengantisipasi adanya gempa susulan yang mungkin terjadi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar