lintaswarta.co.id melaporkan sebuah fenomena unik di tengah hiruk pikuk upaya pemadaman api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Pada Jumat sore, yang menandai hari keempat kebakaran, puluhan hingga ratusan warga justru memadati area persawahan di sekitar lokasi. Mereka datang bukan untuk membantu, melainkan untuk menyaksikan langsung aksi heroik dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang tanpa henti menjatuhkan ribuan liter air ke titik-titik api yang membakar tumpukan sampah.
Pemandangan ini terhampar di sisi utara TPA Jatiwaringin, tidak jauh dari danau yang menjadi sumber air vital bagi operasi helikopter. Dari lokasi tersebut, warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, berkumpul untuk mengamati setiap manuver helikopter. Mereka tak hanya terpaku melihat dengan mata telanjang, namun juga sibuk mengabadikan momen langka ini menggunakan kamera gawai. Kepulan asap tebal yang membumbung tinggi dari gunungan sampah yang terbakar menjadi latar belakang dramatis dari "pertunjukan" tak biasa ini.
Lilis, salah seorang warga yang hadir, mengungkapkan antusiasmenya. "Seru sekali. Ini jadi hiburan tersendiri buat anak-anak yang sedang libur sekolah. Mereka penasaran ingin melihat helikopter beraksi, terutama saat mengambil air dari danau di dekat sini," tuturnya. Ia mengaku tidak terlalu khawatir dengan keberadaannya, mengingat jarak yang cukup aman, sekitar 850 meter dari titik api, serta arah angin yang tidak mengarah ke kerumunan warga. Senada dengan Lilis, Diah, warga lainnya, menyebut momen ini sebagai "healing" setelah pulang kerja, menghabiskan waktu bersama keponakannya menyaksikan pemadaman dari kejauhan.

Related Post
Meskipun menjadi tontonan, petugas keamanan tetap memperketat pengawasan di sekitar area kebakaran. Penyekatan jalan menuju TPA diberlakukan untuk membatasi akses masyarakat umum, mengingat kualitas udara di sekitar lokasi dinilai sangat membahayakan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengimbau warga agar sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari paparan asap secara langsung. "Jika terpaksa terpapar, gunakan masker," tegasnya.
Hendra juga mengungkapkan data mengkhawatirkan, di mana 154 warga telah tercatat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap. Ia mendesak warga yang mulai merasakan gangguan pernapasan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau lima posko kesehatan yang telah disiapkan pemerintah. Langkah ini krusial untuk mencegah ISPA berkembang menjadi pneumonia, kondisi yang sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kematian, terutama pada balita atau kelompok rentan.
Kebakaran TPA Jatiwaringin sendiri telah berlangsung sejak Selasa, 30 Juni, dan hingga Jumat sore, api masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman terus digencarkan, baik melalui jalur darat oleh tim pemadam kebakaran maupun dari udara dengan bantuan helikopter water bombing BNPB.







Tinggalkan komentar