IHSG Menguat Tajam Hari Ini

Moch Divan

IHSG Menguat Tajam Hari Ini

lintaswarta.co.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat positif pada perdagangan Kamis (22/10). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,12 persen, sehingga mampu mendarat di level 5.387,90. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi global yang masih fluktuatif.

Lonjakan indeks tersebut didorong oleh performa gemilang sejumlah saham berkapitalisasi besar (blue chip). Tercatat, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin dengan penguatan mencapai 4,05 persen. Tak ketinggalan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut merangkak naik 3,20 persen, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melesat tajam hingga 5,61 persen. Meski demikian, tidak semua saham bergerak hijau; BBCA, ASII, dan MORA justru mengalami koreksi harga.

IHSG Menguat Tajam Hari Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menariknya, meskipun indeks menguat, arus modal asing justru menunjukkan tren keluar. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,47 triliun di pasar reguler dan total Rp1,49 triliun di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, mayoritas sektor berhasil menutup perdagangan di zona hijau, dengan sektor energi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan 1,88 persen. Sebaliknya, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang terseret arus negatif dengan penurunan 0,66 persen.

COLLABMEDIANET

Di sisi lain, perhatian investor kini tertuju pada rencana penerapan aturan Hot Stocks Concentration (HSC) yang dijadwalkan berlaku pada 2 November 2026. Kebijakan ini bertujuan mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilasi tinggi dari perhitungan IHSG guna meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor terhadap pasar modal tanah air.

Berbagai aksi korporasi dari emiten juga menjadi sorotan utama. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) baru saja mengamankan fasilitas kredit investasi senilai Rp500 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dana segar ini dialokasikan untuk ekspansi armada kendaraan guna mendukung pertumbuhan bisnis rental dan logistik yang terus tumbuh positif.

Sementara itu, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tengah bersiap melakukan ekspansi besar melalui suntikan dana strategis dari HPS Investment Partners. Investasi senilai maksimal SGD555 juta atau sekitar Rp7,79 triliun ini akan disalurkan ke anak usahanya, SBTH Asia Holdings, untuk memperkuat bisnis pengelolaan limbah di pasar Asia.

Terakhir, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dikabarkan berencana melakukan aksi beli kembali saham (buyback) senilai Rp1 triliun. Langkah ini diambil untuk merespons fluktuasi pasar yang cukup dinamis. Aksi korporasi ini direncanakan berlangsung mulai 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027 melalui PT BCA Sekuritas.

Disclaimer: Analisis ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar