Misteri Lubang Tembus Sisi Lain Bumi

Harimurti

Misteri Lubang Tembus Sisi Lain Bumi

lintaswarta.co.id – Pernahkah terlintas dalam benak Anda sebuah imajinasi liar tentang menggali lubang raksasa yang lurus ke bawah hingga menembus ke sisi lain planet Bumi? Banyak orang secara spontan berasumsi bahwa jika mereka mulai menggali dari tanah Indonesia, mereka akan muncul di daratan Amerika Serikat. Namun, fakta ilmiah yang ada ternyata jauh lebih mengejutkan dan tidak sesuai dengan ekspektasi umum tersebut.

Berdasarkan laporan menarik dari IFLScience, fenomena titik berlawanan di permukaan Bumi ini dikenal dengan istilah antipode. Melalui sebuah platform interaktif bernama ThroughEarth, masyarakat dapat melihat secara visual ke mana arah sebuah lubang akan berakhir jika digali menembus inti planet. Secara teknis, penentuan titik antipode dilakukan dengan mengubah garis lintang menjadi negatif dan menggeser garis bujur sejauh 180 derajat.

Misteri Lubang Tembus Sisi Lain Bumi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hasil pemetaan tersebut menunjukkan realitas yang cukup unik. Alih-alih bertemu dengan daratan negara lain, sebagian besar titik di permukaan Bumi justru berhadapan langsung dengan hamparan lautan luas. Bagi masyarakat Indonesia, fakta ini mungkin akan terasa cukup mengejutkan. Jika Anda mencoba menggali lubang dari wilayah Indonesia, Anda tidak akan mendarat di Amerika Utara, melainkan di wilayah bagian utara Amerika Selatan.

COLLABMEDIANET

Sebagai contoh spesifik, jika seseorang mulai menggali dari jantung ibu kota Jakarta, ujung lubang tersebut akan muncul di wilayah Kolombia. Sementara itu, jika penggalian dimulai dari sebagian wilayah Sumatra, titik keluarnya akan berada di wilayah Ekuador. Untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi, lubang tersebut diprediksi akan menembus daratan Brasil. Namun, bagi mereka yang berada di ujung timur Indonesia, yakni Papua, lubang tersebut justru akan berakhir di tengah luasnya Samudra Atlantik.

Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 15 persen daratan di seluruh dunia yang memiliki pasangan daratan di sisi seberangnya. Sisanya, yakni sekitar 85 persen, akan berakhir di tengah samudra. Sebagai gambaran, jika seseorang menggali dari Los Angeles, mereka akan muncul di tengah Samudra Hindia, sekitar 1.530 kilometer dari daratan terdekat. Begitu pula dengan London yang jika digali akan bermuara di Samudra Pasifik bagian selatan, tidak jauh dari Selandia Baru, namun tetap tidak menyentuh daratan.

Menariknya, ide pembuatan peta interaktif ini bermula dari percakapan sederhana antara Martin Krpelan dengan anak-anaknya saat sedang bermain di taman. Pertanyaan polos anak-anak mengenai arah lubang yang menembus Bumi ternyata menjadi pintu pembuka bagi fakta geografi yang luar biasa ini.

Meski secara teori sangat menarik, secara praktis manusia belum pernah berhasil menembus Bumi hingga ke sisi lainnya. Rekor lubang terdalam yang pernah dibuat manusia adalah Kola Superdeep di Rusia. Namun, kedalamannya hanya mencapai 12 kilometer, atau baru sekitar 0,2 persen dari total jarak menuju inti Bumi. Tantangan suhu ekstrem yang mencapai ribuan derajat Celcius serta tekanan yang sangat masif membuat perjalanan menuju pusat Bumi tetap menjadi misi yang hampir mustahil dilakukan oleh teknologi manusia saat ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar