lintaswarta.co.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengamankan Frans Antoni, sosok yang diyakini sebagai bendahara utama dalam jaringan narkoba internasional pimpinan Fredy Pratama. Penangkapan penting ini dilakukan di Malaysia, menandai keberhasilan tim delegasi Polri dalam memburu salah satu buronan kunci sindikat tersebut. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan detail pelarian Frans Antoni yang telah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Eko menjelaskan, setelah beberapa kaki tangan Fredy Pratama berhasil diciduk oleh aparat kepolisian, Frans Antoni segera mengambil langkah seribu. Ia melarikan diri dan berpindah-pindah lokasi di wilayah Thailand. Selama masa pelariannya, Frans Antoni tidak bergerak sendirian; ia mendapat sokongan penuh dari orang-orang suruhan Fredy Pratama yang merupakan warga negara Thailand. Bantuan ini memudahkannya untuk menghindari kejaran aparat.
"Frans Antoni sempat berpindah-pindah tempat, mulai dari daerah Phatthanakan hingga akhirnya menetap selama kurang lebih dua tahun di daerah Narasiri, Thailand," ujar Brigjen Eko kepada awak media. Perjalanan pelariannya tidak berhenti di Thailand. Ia juga dibantu oleh kaki tangan Fredy Pratama saat memasuki wilayah Malaysia secara ilegal, sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh tim gabungan Polri di Kuala Lumpur. Keberadaan Frans Antoni di Malaysia menjadi titik terang setelah pencarian panjang.

Related Post
Brigjen Eko menegaskan bahwa Frans Antoni bukanlah sekadar pelaku biasa dalam jaringan ini. "Frans Antoni adalah pengendali keuangan, pengendali lapangan, dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama," tambahnya. Perannya yang sentral ini menunjukkan betapa pentingnya penangkapan Frans dalam upaya melemahkan struktur jaringan Fredy Pratama.
Sementara itu, Fredy Pratama sendiri, yang juga dikenal dengan nama Miming atau Cassanova, hingga kini masih menjadi buronan utama. Ia diduga kuat bersembunyi di luar negeri, kerap berpindah-pindah lokasi, termasuk di kawasan Thailand dan Kamboja. Sosok Fredy Pratama disebut memiliki pengaruh yang sangat kuat di kawasan Asia Tenggara, khususnya di wilayah "segitiga emas" atau Golden Triangle, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan narkoba terbesar di dunia.
Sebelum penangkapan Frans Antoni, Bareskrim Polri telah mencatat keberhasilan besar dalam menyita total 10,2 ton sabu yang terafiliasi dengan jaringan Fredy Pratama di Indonesia selama periode 2020-2023. Fredy Pratama diidentifikasi sebagai salah satu sindikat penyalur narkotika terbesar di Indonesia. Analisis Direktorat Tindak Pidana Narkoba lintaswarta.co.id menunjukkan bahwa mayoritas peredaran narkoba di Indonesia memiliki kaitan erat dengan jaringan ini. Setiap bulannya, sindikat Fredy diduga menyelundupkan sabu dan ekstasi ke Indonesia dalam jumlah fantastis, mulai dari 100 kg hingga 500 kg, dengan modus operandi menyamarkan sabu ke dalam kemasan teh.









Tinggalkan komentar