Pejabat Bangkalan Diduga Korban Cinta Palsu

Harimurti

Pejabat Bangkalan Diduga Korban Cinta Palsu

lintaswarta.co.id – Keluarga Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, RYS (51), yang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinasnya di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, kini menduga motif kematiannya terkait penipuan berkedok asmara atau love scam. Dugaan ini diungkapkan oleh Risang Bima Wijaya, kuasa hukum keluarga korban, yang menyatakan bahwa pola komunikasi dan latar belakang kasus mengarah pada modus penipuan tersebut.

Risang menjelaskan, berdasarkan informasi yang mereka kumpulkan, RYS kemungkinan besar menjadi korban dari sindikat penipuan yang memanfaatkan hubungan emosional. Pihak keluarga saat ini masih menantikan perkembangan lebih lanjut dari penyidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) menjadi acuan keluarga dalam mengikuti proses pencarian terduga pelaku.

Pejabat Bangkalan Diduga Korban Cinta Palsu
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Terduga pelaku, yang diidentifikasi dengan inisial E dan bernama Erlan, sempat terlacak keberadaannya di wilayah Jawa Tengah. Namun, ia diketahui sering berpindah-pindah lokasi dan tidak menetap di alamat resminya. Keluarga dan tim kuasa hukum berhasil mengidentifikasi E melalui unggahan media sosial terakhir korban, yang menunjukkan keduanya sempat bepergian bersama ke Malang dan Batu beberapa hari sebelum RYS ditemukan meninggal dunia pada Rabu, 24 Juni lalu.

COLLABMEDIANET

Dari hasil penelusuran, E disebut berasal dari Sulawesi Selatan dan pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), sebuah lembaga yang telah dibubarkan sejak tahun 2004. Risang menambahkan bahwa E memiliki rekam jejak yang panjang dalam berbagai kasus penipuan, mulai dari properti, proyek, hingga jual-beli. "Semua penipuan, ya properti, proyek, jual-beli. Kalau korban ini ya mungkin ya penipuan modusnya love scam itu," ujar Risang.

Polda Jawa Timur (Jatim) telah menyatakan komitmennya untuk membantu Polresta Sidoarjo dalam mengejar terduga pelaku. AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh. "Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota," kata Jumhur. Salah satu tim pengejar dilaporkan bergerak ke arah barat, meskipun detail lokasi tidak dapat diungkap demi kepentingan penyidikan. Penangkapan E diharapkan dapat mengungkap secara tuntas kronologi perkenalan dan motif di balik tragedi ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar