lintaswarta.co.id, Jakarta – Hasil survei terbaru dari Litbang Kompas menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menanggapi capaian positif ini, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan apresiasi mendalam namun sekaligus memberikan peringatan agar jajaran kepolisian tidak cepat berpuas diri.
Habiburokhman menegaskan bahwa angka kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen bukanlah sekadar statistik di atas kertas. Menurutnya, ini adalah cerminan nyata dari dedikasi dan kerja keras personel Polri di lapangan, mulai dari tingkat Markas Besar hingga para Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak pelayanan di desa-desa. Ia menyoroti perubahan pendekatan Polri yang kini semakin humanis, persuasif, solutif, dan mengayomi, menjadikan aparat lebih dekat, ramah, dan responsif dalam menanggapi aduan warga. Pergeseran kultur ini dinilai telah menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri dinilai telah menunjukkan kinerja luar biasa. Meski demikian, Habiburokhman menekankan bahwa pencapaian ini harus menjadi pemicu semangat, bukan alasan untuk berpuas diri. "Jadikan hasil survei ini sebagai vitamin dan motivasi untuk terus mempertahankan prestasi, memperbaiki kekurangan yang masih ada, serta konsisten menjadi pelindung dan pengayom masyarakat Indonesia," ujarnya.

Related Post
Survei Litbang Kompas mencatat kepercayaan publik terhadap Polri melonjak menjadi 82,4 persen, naik signifikan dari 76,2 persen pada tahun sebelumnya. Tingkat kepuasan publik terhadap layanan Polri juga meningkat menjadi 67,6 persen, dari sebelumnya 65,1 persen. Sementara itu, citra kelembagaan Polri mencapai 71,5 persen, jauh di atas 64,4 persen pada periode sebelumnya. Kenaikan citra positif ini dikaitkan dengan intensitas pelibatan anggota Polri sebagai garda terdepan aparat Bhayangkara negara di lapangan.
Survei tersebut dilaksanakan pada 9 hingga 18 April 2026, melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka. Pengambilan sampel dilakukan secara acak bertingkat di 38 provinsi, dengan margin of error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.







Tinggalkan komentar