Rupiah Tembus Rp 17.700! Pengusaha: Jamin Gula-Garam!

Harimurti

Lintaswarta.co.id, Jakarta – Kekhawatiran melanda dunia usaha seiring dengan terus melemahnya nilai tukar Rupiah yang kini telah menembus level psikologis Rp 17.700 per Dolar AS. Kondisi ini memicu desakan dari para pengusaha agar pemerintah segera menjamin pasokan bahan baku vital seperti gula dan garam impor. Anggana Bunawan, Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), mengungkapkan bahwa tren pelemahan Rupiah yang berkelanjutan selama beberapa bulan terakhir telah memberikan dampak signifikan pada sektor industri yang sangat bergantung pada bahan baku dan bahan penolong impor.

Anggana menjelaskan, lonjakan biaya produksi yang tak terhindarkan akibat depresiasi Rupiah ini berpotensi besar memicu kenaikan harga jual produk ke konsumen. Jika hal itu terjadi, daya beli masyarakat dikhawatirkan akan semakin tertekan. Kendati demikian, saat ini sebagian besar pelaku usaha masih memilih strategi ‘wait and see’, berupaya menahan diri untuk tidak serta-merta menaikkan harga jual demi menjaga stabilitas pasar.

Rupiah Tembus Rp 17.700! Pengusaha: Jamin Gula-Garam!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di tengah tantangan tersebut, Anggana juga mencatat adanya sektor-sektor tertentu yang justru menunjukkan geliat positif, seperti industri berorientasi ekspor dan segmen ‘waste to energy’. Namun, secara umum, ekspektasi pelaku usaha dalam jangka menengah cenderung kurang percaya diri. Hal ini berimbas pada keputusan ekspansi bisnis dan perekrutan tenaga kerja baru yang masih akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi dalam jangka pendek.

COLLABMEDIANET

Menyikapi situasi yang penuh ketidakpastian ini, para pengusaha mendesak pemerintah untuk memberikan kemudahan perizinan serta menjamin keamanan pasokan bahan baku krusial seperti gula dan garam impor. Jaminan ini dianggap vital untuk menjaga roda bisnis tetap berputar dan memastikan keberlanjutan operasional dunia usaha di tengah gejolak ekonomi.

Pernyataan Anggana Bunawan ini disampaikan dalam sebuah dialog di program Profit, CNBC Indonesia, pada Selasa (19/05/2026), di mana ia mengupas tuntas dampak pelemahan Rupiah terhadap berbagai sektor usaha di Tanah Air.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar