Lintaswarta.co.id – Kancah persaingan mobil listrik di Indonesia memasuki fase krusial pada awal 2026. Setelah sepanjang tahun lalu pasar diwarnai kejutan dari berbagai merek pendatang baru, kini satu nama berhasil mengukuhkan dominasinya. BYD Atto 1 secara mengejutkan berhasil mengukuhkan diri sebagai raja baru di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) nasional, meninggalkan para kompetitornya dengan selisih yang signifikan.
Berdasarkan data distribusi wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil listrik dari pabrik ke diler pada Januari 2026 menembus angka impresif, lebih dari 10.000 unit. Dari total tersebut, BYD Atto 1 berhasil mengamankan pangsa pasar yang fantastis, yaitu lebih dari sepertiga total penjualan dengan 3.361 unit.
Capaian ini, meskipun sedikit menurun dibandingkan performa puncaknya di Desember 2025, tetap cukup untuk menjaga jarak aman dari para pesaingnya. Di tengah upaya beberapa merek lain untuk menaikkan volume penjualan secara signifikan, dominasi BYD Atto 1 belum menunjukkan tanda-tanda akan tergoyahkan.

Related Post
Di posisi kedua, kejutan datang dari pendatang baru, SUV listrik Jaecoo J5 EV. Model ini mencatat lonjakan penjualan yang agresif, menjadi satu-satunya pesaing yang mampu menembus angka ribuan unit pada bulan pertama tahun ini. Kinerja gemilang Jaecoo J5 EV sekaligus menandai pergeseran minat pasar yang krusial: format SUV listrik kini mulai dianggap bukan sekadar alternatif, melainkan pilihan utama bagi sebagian besar pembeli di Tanah Air.
Fenomena ini juga didukung oleh eksposur kuat Jaecoo dalam berbagai pameran otomotif nasional, termasuk Indonesia International Motor Show (IIMS) awal tahun. Kehadiran fisik kendaraan yang menarik, program test drive yang masif, hingga strategi pembiayaan yang kompetitif menjadi faktor-faktor pendorong yang mempercepat penetrasi merek baru ini di tengah pasar yang semakin sengit.
Dominasi BYD sendiri tidak hanya bertumpu pada satu model andalan. Beberapa lini produknya yang lain juga konsisten masuk dalam daftar 10 besar penjualan listrik nasional. Model seperti BYD M6 dan Sealion 7 turut menyumbang kekuatan merek BYD dalam peta persaingan mobil listrik di Indonesia.
Di luar dua besar, persaingan menjadi jauh lebih rapat dengan volume penjualan yang turun drastis di bawah angka seribu unit. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar BEV Indonesia masih sangat terpusat pada segelintir pemain kuat. Namun, kemunculan nama-nama baru secara berkala tetap memberi sinyal bahwa fase eksplorasi konsumen masih terus berlangsung. Terlebih, dengan semakin luasnya infrastruktur pengisian daya dan beragam insentif non-fiskal yang ditawarkan pemerintah, pasar mobil listrik diprediksi akan terus tumbuh dan berkembang dinamis.









Tinggalkan komentar