Strategi Baru KAI Hadirkan Kereta Murah

Harimurti

Strategi Baru KAI Hadirkan Kereta Murah

lintaswarta.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah melakukan terobosan besar dalam peta layanan transportasi massal di Indonesia. Perusahaan pelat merah ini mulai memperkenalkan konsep "Kereta Ekonomi Kerakyatan", sebuah inovasi layanan yang dirancang khusus untuk menyasar segmen masyarakat menengah dengan tarif yang jauh lebih ramah di kantong.

Langkah strategis ini diambil guna memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan mobilitas tinggi namun memiliki keterbatasan anggaran. Melalui layanan baru ini, KAI tidak hanya menawarkan harga yang terjangkau, tetapi juga mengoptimalkan kapasitas angkut agar dapat menampung lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan.

Strategi Baru KAI Hadirkan Kereta Murah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan respons atas kebutuhan pasar yang terus berkembang. Sejak pertama kali diperkenalkan pada awal tahun ini, antusiasme masyarakat terhadap layanan ekonomi kerakyatan menunjukkan tren yang sangat positif.

COLLABMEDIANET

"Pada awal tahun, kami telah meluncurkan dua rangkaian kereta yang mendukung konsep ekonomi kerakyatan. Salah satunya adalah Kereta Kelas Ekonomi Kerakyatan dengan kapasitas harian mencapai 1.116 kursi. Namun, tingkat keterisiannya atau okupansinya sangat luar biasa, mencapai 155 persen. Secara rata-rata, kami melayani 1.729 penumpang setiap harinya," jelas Bobby dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.

Keberhasilan layanan ini juga terlihat dari rute Pasar Senen menuju Lempuyangan. Dengan tarif yang dipatok sebesar Rp125.000, layanan tersebut dilaporkan selalu penuh oleh penumpang. Fenomena ini membuktikan bahwa terdapat celah pasar yang besar di antara kelas ekonomi komersial dan layanan subsidi yang sudah ada.

Menanggapi tingginya permintaan tersebut, KAI berencana melakukan penataan ulang terhadap armada layanan Public Service Obligation (PSO). Bobby menjelaskan bahwa akan ada perubahan konfigurasi tempat duduk pada gerbong-gerbong kereta. Jika sebelumnya satu gerbong berisi 106 tempat duduk, ke depannya akan diubah menjadi 93 tempat duduk.

Perubahan ini bukan sekadar mengurangi jumlah kursi, melainkan untuk meningkatkan kenyamanan. Dengan konfigurasi baru, posisi duduk penumpang akan dibuat searah dengan arah perjalanan kereta, sehingga perjalanan terasa lebih stabil dan nyaman. Model ini akan diposisikan sebagai kelas tersendiri yang berada di bawah kelas ekonomi komersial.

"Kami mencoba menciptakan kelas khusus untuk rakyat menengah. Jika ekonomi komersial memiliki kapasitas 72 kursi, maka ekonomi kerakyatan ini akan memiliki kapasitas 93 kursi," tambahnya.

Untuk mendukung ambisi ini, KAI berencana melakukan konversi terhadap lebih dari 75 gerbong kereta guna melayani kebutuhan ekonomi kerakyatan. Selain itu, KAI juga tengah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan agar layanan baru ini nantinya bisa mendapatkan dukungan subsidi pemerintah melalui skema PSO.

Jika skema subsidi ini berhasil diterapkan, tarif Kereta Ekonomi Kerakyatan diprediksi akan turun drastis. Bobby memperkirakan tarifnya bisa menyentuh angka Rp80.000 atau bahkan lebih rendah lagi, menyamai atau bahkan di bawah tarif PSO yang selama ini dinikmati masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memperluas aksesibilitas transportasi kereta api bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar