Lintaswarta.co.id melaporkan, Desa Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, kini menghadapi krisis air bersih yang parah. Selama sebulan terakhir, warga dihadapkan pada kesulitan ekstrem untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Kemarau panjang telah mengeringkan sumur-sumur warga, sementara sumber air alternatif, Kali Cimanceri, tidak lagi bisa diandalkan.
Kondisi ini diperparah dengan dugaan pencemaran limbah di Kali Cimanceri. Air sungai yang dulunya menjadi tumpuan utama untuk mandi dan mencuci, kini berubah keruh, berbau tak sedap, dan tidak layak pakai. Akibatnya, banyak sumur warga yang biasanya menjadi andalan kini kering kerontang, memaksa mereka mencari solusi lain untuk bertahan hidup.
Untuk sementara, harapan warga bertumpu pada bantuan air bersih yang disalurkan oleh Relawan Pemuda Legok. Air dari mobil tangki ini didistribusikan ke penampungan-penampungan komunal yang telah disiapkan, kemudian diambil oleh warga. Namun, bantuan ini dirasa belum mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat, apalagi jika harus membeli air galon yang membebani ekonomi mereka.

Related Post
Nining, salah seorang warga, mengungkapkan keprihatinannya. "Sudah sebulan, Pak. Biasanya kami pakai air kali, tapi sekarang airnya sedikit dan bau. Kalau untuk minum, ya terpaksa beli air galon," ujarnya, Rabu (8/7), menggambarkan betapa mendesaknya bantuan air. Senada, Yadi menambahkan, "Bantuan dari relawan ini sangat membantu, karena dari pemerintah belum ada. Kami sangat senang."
Warga Desa Cirarab sangat berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka mendesak agar bantuan air bersih dapat disalurkan secara rutin dan ada langkah konkret untuk mengatasi pencemaran Kali Cimanceri. Penanganan serius diperlukan agar sungai tersebut dapat kembali bersih dan layak dimanfaatkan oleh masyarakat luas.







Tinggalkan komentar