Lintaswarta.co.id, Jakarta – Kabar menggembirakan datang bagi ribuan korban bencana banjir dan longsor di Sumatra. Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, secara ambisius menargetkan pembangunan 15.000 unit hunian sementara dapat rampung dalam kurun waktu hanya tiga bulan. Sebuah janji yang sontak menjadi sorotan dan harapan baru bagi para penyintas.
Target fantastis ini disampaikan Rosan dalam sebuah sesi wawancara eksklusif di program Squawk Box CNBC Indonesia, Jumat (02/01/2026). Pernyataan ini menjadi angin segar di tengah upaya pemulihan pasca-bencana yang melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatra, meninggalkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan uluran tangan segera.
Sebagai pucuk pimpinan BPI Danantara, sebuah lembaga yang berperan vital dalam pengelolaan investasi untuk pembangunan dan pemulihan, Rosan Roeslani menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses rehabilitasi. Pembangunan hunian sementara ini diharapkan dapat segera mengembalikan stabilitas kehidupan para penyintas bencana, memberikan mereka tempat berlindung yang layak sambil menunggu pembangunan hunian permanen.

Related Post
Dengan target yang cukup agresif ini, koordinasi lintas sektor dan pengerahan sumber daya yang efisien akan menjadi kunci utama. Keberhasilan penyelesaian 15.000 unit hunian dalam waktu singkat ini tidak hanya akan meringankan beban korban, tetapi juga menjadi bukti nyata kesigapan pemerintah dan lembaga terkait dalam merespons krisis kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatra. Lintaswarta.co.id akan terus memantau perkembangan proyek vital ini.









Tinggalkan komentar