lintaswarta.co.id – Dunia industri energi internasional tengah berduka menyusul insiden memilukan yang menimpa anjungan pengeboran minyak Prospector 5 milik Borr Drilling. Fasilitas pengeboran raksasa tersebut dilaporkan tenggelam di perairan lepas pantai Mayumba, Gabon, pada Sabtu malam waktu setempat. Peristiwa dramatis ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan menyisakan ketidakpastian bagi sejumlah pekerja yang masih dinyatakan hilang.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, insiden ini terjadi saat rig sedang melakukan prosedur preload. Prosedur ini merupakan tahap krusial dalam persiapan operasional untuk memastikan stabilitas struktur anjungan sebelum aktivitas pengeboran dimulai. Namun, sebuah fenomena teknis yang dikenal sebagai punch-through terjadi, yang menyebabkan anjungan kehilangan keseimbangan secara mendadak hingga akhirnya miring dan runtuh ke dasar laut.
Melansir informasi dari Reuters, situasi di lokasi kejadian sangat mencekam. Rekaman video yang beredar menunjukkan lampu-lampu penerangan pada rig mulai padam satu per satu sebelum akhirnya struktur tersebut patah dan ambruk ke laut lepas. Dari total 115 personel yang berada di atas anjungan saat kejadian, sebagian besar berhasil dievakuasi, namun beberapa lainnya tidak sempat menyelamatkan diri.

Related Post
Hingga saat ini, laporan mengenai jumlah korban masih terus berkembang. Seorang pekerja berkebangsaan India yang sempat dilaporkan hilang dikabarkan telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, empat orang lainnya masih dalam proses pencarian intensif, yang terdiri dari tiga warga negara Gabon dan satu pekerja asing. Meski demikian, otoritas pemerintah Gabon masih melakukan verifikasi resmi dan menyatakan bahwa masih ada lima orang yang statusnya belum diketahui secara pasti.
Merespons bencana ini, Kementerian Perminyakan dan Gas Gabon bergerak cepat dengan mengaktifkan unit krisis. Angkatan laut Gabon juga telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di tengah kondisi laut yang menantang. Menteri Perminyakan dan Gas, Clotaire Kondja, secara tegas telah memerintahkan dilakukannya investigasi teknis menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti di balik kegagalan struktur tersebut.
CEO Borr Drilling, Bruno Morand, menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi ini. Ia menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memberikan dukungan penuh terhadap operasi penyelamatan serta memastikan keselamatan dan kesejahteraan seluruh personel yang terdampak oleh musibah tersebut.
Di sisi lain, Panoro Energy mengonfirmasi bahwa seluruh aktivitas produksi di wilayah tersebut telah dihentikan sementara untuk mencegah risiko lebih lanjut. Beruntung, hingga laporan ini diterbitkan, belum ada indikasi adanya kebocoran zat berbahaya atau kerusakan lingkungan yang signifikan. Pemerintah setempat juga telah menyiagakan tim penanggulangan polusi guna melindungi ekosistem sensitif di sekitar garis pantai dan Taman Nasional Mayumba dari potensi dampak pencemaran minyak.







Tinggalkan komentar