lintaswarta.co.id – Pasar Tanah Abang kembali menjadi pusat perhatian seiring munculnya tren busana muslim terbaru untuk menyambut Lebaran 2027. Setelah sempat dihebohkan oleh fenomena gamis model "Bini Orang" pada tahun sebelumnya, kini para pedagang di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara tersebut mulai memperkenalkan koleksi dengan nama-nama yang unik dan tidak biasa.
Berbagai model baru mulai bermunculan dengan jargon yang memancing rasa penasaran calon pembeli, mulai dari model "Buka Pintu", "Lepas Landas", hingga "Buka Hati". Nama-nama unik ini bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan representasi dari konsep desain yang ditawarkan oleh para produsen busana di Tanah Abang.
Salah satu tren yang tengah naik daun adalah model "Buka Pintu". Berbeda dengan tren tahun lalu yang cenderung mewah dan penuh bordir brokat, model Buka Pintu mengusung konsep desain dua lapis (two layer) yang lebih simpel dan elegan. Desain ini menyasar segmen pasar yang menginginkan tampilan minimalis namun tetap memiliki dimensi estetika.

Related Post
Adelia, salah seorang pedagang di Blok B Pasar Tanah Abang, menjelaskan bahwa model ini sangat diminati untuk kebutuhan seragaman, seperti acara pengajian, marawis, hingga busana pendamping pengantin (bridesmaid). "Model Buka Pintu ini lebih simpel dibandingkan model sebelumnya. Kami memberikan aksen dua lapis agar tidak terlihat terlalu polos, namun tetap nyaman dipakai untuk kegiatan sehari-hari maupun hari raya," ungkapnya.
Dari segi harga, gamis Buka Pintu ini sangat kompetitif. Untuk varian polos, konsumen dapat membelinya mulai dari Rp125.000, sementara untuk varian dengan detail bordir, harganya dibanderol mulai dari Rp375.000 per potong. Menariknya, permintaan untuk model ini sudah mulai melonjak sejak sebulan terakhir, dengan angka penjualan mencapai 100 hingga 200 potong dalam satu kali masa pemesanan (pre-order).
Tak kalah menarik, terdapat model "Lepas Landas" yang ditawarkan oleh pemilik usaha Ratu Aisyah. Gamis ini mengusung konsep multifungsi, di mana satu set pakaian terdiri dari inner (dalaman) dan outer (luaran) yang bisa digunakan secara terpisah maupun bersamaan. Hal ini memungkinkan konsumen untuk mendapatkan dua gaya berbeda hanya dengan satu set pakaian.
"Jika konsumen merasa bosan menggunakan outer-nya, mereka tetap bisa tampil cantik hanya dengan menggunakan inner-nya saja. Jadi, satu set pakaian ini memberikan fleksibilitas gaya bagi pemakainya," jelas Ratu. Menggunakan bahan berkualitas seperti Lunar dan Jaguar serta sentuhan payet manual, gamis Lepas Landas ini dibanderol dengan kisaran harga Rp300.000 hingga Rp400.000 per set.
Selain dua model tersebut, Ratu juga sedang menyiapkan koleksi bertajuk "Buka Hati". Nama ini merujuk pada filosofi desain yang bertujuan untuk memikat hati konsumen sejak pandangan pertama. Meskipun belum resmi diluncurkan, koleksi ini diprediksi akan menjadi primadona baru karena hasil riset mendalam mengenai kenyamanan dan tren pasar.
Menariknya, permintaan untuk busana Tanah Abang kini tidak lagi hanya berputar di pasar domestik. Ratu mengungkapkan bahwa pesanan untuk model Lepas Landas telah mencapai angka ribuan potong, terutama dari pelanggan mancanegara. Negara-negara seperti Thailand, Filipina, dan Malaysia menjadi pasar utama yang melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk efisiensi biaya kirim.
"Ada pelanggan yang mengambil satu warna saja hingga 1.000 potong. Jika satu model diambil dalam jumlah banyak, total pesanannya bisa mencapai ribuan," tambahnya. Meski pasar ekspor sudah mulai bergeliat, para pedagang tetap optimis bahwa permintaan pasar domestik akan melonjak tajam menjelang perayaan Lebaran 2027 mendatang.






Tinggalkan komentar