Anggaran Pertahanan AS Tembus Rekor Tertinggi

Harimurti

lintaswarta.co.id – Departemen Pertahanan Amerika Serikat tengah melakukan manuver besar-besaran di Capitol Hill untuk mengamankan pengajuan anggaran keamanan yang fantastis. Pentagon secara resmi mendorong Kongres agar meloloskan alokasi dana sebesar US$1,5 triliun untuk tahun fiskal 2027. Angka ini mencatatkan sejarah sebagai permintaan anggaran pertahanan tertinggi yang pernah diajukan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Upaya intensif ini dilakukan melalui serangkaian sesi pengarahan tertutup kepada para senator. Pejabat tinggi Pentagon, termasuk Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg dan Wakil Ketua Kepala Staf Gabungan Christopher Mahoney, turun langsung memberikan penjelasan mendalam mengenai kebutuhan mendesak militer AS. Fokus utama dari pengajuan ini adalah untuk memperkuat keamanan nasional jangka panjang serta meningkatkan kemampuan tempur yang lebih mematikan.

Anggaran Pertahanan AS Tembus Rekor Tertinggi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, langkah agresif Pentagon ini tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Sejumlah senator dari Partai Republik (GOP) justru melontarkan kritik terkait strategi komunikasi Pentagon yang dinilai terlambat. Senator Mike Rounds mengungkapkan bahwa pemerintah sempat mengalami kendala dalam membangun pemahaman di Senat. Ia menekankan bahwa untuk mengesahkan rancangan undang-undang alokasi dana, diperlukan dukungan minimal 60 suara, sebuah tantangan besar di tengah polarisasi politik yang tajam.

COLLABMEDIANET

Senada dengan Rounds, Senator Tim Sheehy menyayangkan mengapa sesi pengarahan mendalam seperti ini tidak dilakukan jauh-jauh hari. Menurutnya, jika Pentagon memulai pendekatan ini tujuh atau delapan bulan yang lalu, koalisi pendukung anggaran akan lebih kuat dan solid.

Di sisi lain, kelompok Partai Demokrat menunjukkan skeptisisme yang tinggi. Senator Richard Blumenthal secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap kurangnya transparansi mengenai rincian biaya konflik di Timur Tengah, khususnya terkait perang melawan Iran. Ia menilai argumen yang disampaikan pejabat Pentagon masih belum meyakinkan dan terdapat ketidakjelasan dalam penghitungan biaya operasional militer yang sebenarnya.

Ketegangan ini semakin diperumit dengan adanya kebutuhan dana tambahan sebesar US$87 miliar yang diajukan Gedung Putih untuk mengisi kembali stok amunisi yang terkuras akibat konflik di Iran. Sementara itu, Senator Mark Kelly dari Arizona menyoroti besarnya angka yang diminta, yang menurutnya telah melonjak drastis dibandingkan masa tugasnya terdahulu. Ia meragukan efektivitas beberapa sistem persenjataan yang masuk dalam daftar belanja tersebut.

Saat ini, pemerintah AS tengah berupaya menggunakan mekanisme rekonsiliasi partisan untuk meloloskan dana sebesar US$350 miliar. Langkah ini diambil sebagai jalan pintas mengingat waktu yang semakin sempit menjelang pemilihan umum paruh waktu, serta adanya kebuntuan komunikasi antara kubu Republik dan Demokrat dalam proses alokasi anggaran rutin. Laporan dari lintaswarta.co.id mencatat bahwa keputusan akhir mengenai anggaran raksasa ini akan menjadi penentu arah kebijakan militer global di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar