lintaswarta.co.id – Dunia sepak bola Inggris tengah diguncang oleh kabar mengejutkan yang berpotensi mengubah peta sejarah Premier League secara permanen. Manchester City, klub raksasa yang mendominasi kompetisi dalam satu dekade terakhir, kini berada di ujung tanduk setelah dilaporkan terbukti melakukan pelanggaran finansial yang sangat masif.
Berdasarkan laporan investigasi, The Citizens diduga kuat melakukan pelanggaran terhadap 114 dari 115 dakwaan aturan finansial Premier League. Pelanggaran ini mencakup periode panjang antara tahun 2009 hingga 2018. Inti dari permasalahan ini adalah dugaan manipulasi laporan keuangan, di mana klub diduga sengaja menggelembungkan nilai kesepakatan sponsor demi memenuhi aturan Financial Fair Play (FFP).
Jika hukuman berat dijatuhkan, salah satu skenario paling ekstrem yang muncul ke permukaan adalah pencabutan gelar juara secara retroaktif. Artinya, trofi-trofi yang telah diangkat oleh Manchester City di masa lalu bisa ditarik kembali, dan gelar tersebut akan diberikan kepada klub yang menduduki posisi runner-up pada musim terkait.

Related Post
Jika skenario ini benar-benar terjadi, banyak klub besar maupun tim papan tengah di Inggris akan berpesta pora. Manchester United, misalnya, bisa mendapatkan kembali gelar Premier League musim 2011/12. Pada musim tersebut, City dan United sama-sama mengoleksi 89 poin, namun City berhasil menjadi juara berkat gol dramatis Sergio Aguero di menit-menit akhir. Selain itu, United juga berpeluang mendapatkan gelar musim 2017/18 yang sebelumnya mereka kalah telak dari rekor 100 poin milik City.
Liverpool juga tidak ketinggalan dalam daftar calon penerima trofi. The Reds berpotensi meraih gelar Premier League pertama mereka jika gelar musim 2013/14 milik City dicabut. Tak hanya di liga, Liverpool juga bisa mendapatkan trofi EFL Cup musim 2015/16 yang seharusnya menjadi kado manis di awal era Jurgen Klopp.
Arsenal pun memiliki peluang untuk menulis ulang sejarah. Jika sanksi diterapkan pada musim 2017/18, Arsenal bisa mendapatkan trofi EFL Cup yang seharusnya menjadi persembahan terakhir bagi legenda mereka, Arsene Wenger, di akhir masa jabatannya.
Bagi tim yang lebih kecil, kabar ini adalah mimpi yang menjadi nyata. Stoke City berpotensi meraih trofi FA Cup pertama mereka jika gelar musim 2010/11 dicabut, sementara Sunderland bisa mencatatkan sejarah dengan meraih EFL Cup pertama mereka pada musim 2013/14.
Kasus ini bermula dari kebocoran informasi melalui majalah Jerman, Der Spiegel, yang menggunakan data dari Football Leaks pada 2018. Premier League kemudian merespons dengan mengajukan 115 dakwaan pada Februari 2023, yang mencakup masalah laporan gaji pemain, regulasi UEFA, hingga ketidakpatuhan dalam proses penyelidikan. Meski demikian, perlu dicatat bahwa pencabutan gelar di kompetisi seperti FA Cup atau EFL Cup memerlukan keputusan dari badan pengatur yang berbeda dengan Premier League.





Tinggalkan komentar