Arab Saudi Lumpuh Akibat Serangan Udara

Harimurti

Arab Saudi Lumpuh Akibat Serangan Udara

lintaswarta.co.id – Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi saat ini tengah berada dalam situasi kritis menyusul serangkaian serangan udara yang menghantam sejumlah bandara utama di negara tersebut. Eskalasi konflik ini telah memicu efek domino pada sektor transportasi udara, di mana ribuan jadwal penerbangan internasional maupun domestik mengalami kekacauan hebat.

Berdasarkan data terbaru, gangguan penerbangan ini telah meluas secara signifikan dalam sepekan terakhir. Tercatat lebih dari 3.100 penerbangan terdampak akibat situasi keamanan yang tidak menentu. Puncak gangguan terjadi setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh harus ditutup total menyusul serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi dari Yaman. Penutupan bandara vital ini diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga 17 Oktober 2026 guna memastikan prosedur keselamatan terpenuhi.

Arab Saudi Lumpuh Akibat Serangan Udara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data dari perusahaan analisis penerbangan, Cirium, menunjukkan fluktuasi pembatalan yang sangat tinggi. Pada hari Senin (12/10/2026), angka pembatalan mencapai puncaknya dengan 60,31% dari total jadwal yang tidak beroperasi. Meskipun pada hari Rabu (14/10/2026) angka tersebut sedikit menurun menjadi 28,53%, namun secara akumulatif, sekitar 40% dari seluruh layanan penerbangan di wilayah tersebut lumpuh selama periode 8 hingga 14 Oktober 2026.

COLLABMEDIANET

Krisis ini memaksa sejumlah maskapai raksasa dunia untuk mengambil langkah drastis demi menjamin keselamatan penumpang. Beberapa maskapai besar seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways dilaporkan telah membatalkan atau menangguhkan rute-rute penting mereka menuju kota-kota besar seperti Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah.

Berikut adalah daftar maskapai yang terdampak secara signifikan:

  1. Emirates: Membatalkan rute Dubai-Riyadh serta mengganggu layanan ke Dammam, Jeddah, dan Madinah.
  2. Etihad Airways: Menghentikan seluruh penerbangan Abu Dhabi-Riyadh hingga 19 Oktober.
  3. flydubai: Memperpanjang pembatalan menuju Riyadh, Dammam, dan Abha hingga 19 Oktober.
  4. Air Arabia: Mengalami gangguan pada rute Sharjah menuju Riyadh, Abha, dan Taif.
  5. Qatar Airways: Menangguhkan sementara layanan ke Riyadh dan Dammam tanpa jadwal pasti.
  6. Air France-KLM: Menangguhkan operasional ke Riyadh hingga akhir Oktober.
  7. Air India & Akasa Air: Menangguhkan penerbangan ke Riyadh dan Jeddah hingga 17 Oktober.
  8. Cathay Pacific: Menunda rute Hong Kong-Riyadh hingga Januari 2027.
  9. Delta Air Lines: Menunda peluncuran rute baru Atlanta-Riyadh hingga Maret 2027.
  10. Lufthansa Group: Membatalkan seluruh penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober.
  11. Malaysia Airlines: Membatalkan rute ke Jeddah dan Madinah hingga 17 Oktober sebagai langkah antisipasi.
  12. Philippine Airlines: Menangguhkan layanan ke Riyadh hingga akhir November.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menegaskan bahwa penutupan Bandara King Khalid dilakukan untuk proses penilaian keamanan yang sangat ketat. Hal ini menyusul serangan mematikan pada Sabtu (10/10/2026) yang merenggut sedikitnya 12 nyawa dan melukai ratusan orang lainnya.

Bagi masyarakat yang memiliki rencana perjalanan ke Arab Saudi, sangat disarankan untuk tidak langsung menuju bandara. Penumpang diimbau untuk terus memantau pembaruan status penerbangan melalui situs resmi maskapai masing-masing, mengingat situasi keamanan yang sangat dinamis dan jadwal yang dapat berubah sewaktu-waktu. Melansir informasi dari lintaswarta.co.id, ketidakpastian ini masih berpotensi memengaruhi mobilitas udara di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar