lintaswarta.co.id – Memiliki ponsel pintar kelas atas dengan teknologi terbaru seperti iPhone 18 Pro Max kini menjadi impian banyak orang. Namun, bagi masyarakat di Asia Tenggara, kemampuan untuk memiliki perangkat premium dari Apple ini sangat bergantung pada seberapa keras mereka harus bekerja. Sebuah riset terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai durasi waktu yang dibutuhkan pekerja di berbagai negara untuk mengumpulkan uang demi satu unit ponsel tersebut.
Berdasarkan data dari Picodi Phone Affordability Index yang dirilis oleh Seasia Stats, terdapat perbedaan mencolok mengenai tingkat keterjangkauan produk elektronik premium di kawasan ini. Di Indonesia, seorang pekerja diperkirakan harus mengalokasikan pendapatan mereka selama 63 hari kerja hanya untuk bisa membawa pulang satu unit iPhone 18 Pro Max.
Jika dibandingkan dengan negara tetangga, posisi Indonesia sebenarnya cukup kompetitif. Indonesia menempati peringkat kelima dalam daftar negara dengan waktu kerja tersingkat untuk membeli perangkat tersebut di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa secara relatif, daya beli masyarakat Indonesia terhadap produk Apple masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lainnya.

Related Post
Singapura menjadi negara yang paling unggul dalam hal keterjangkauan. Pekerja di Negeri Singa tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 8 hari kerja untuk membeli iPhone 18 Pro Max. Jarak antara Singapura dan Indonesia sangat lebar, di mana pekerja Indonesia membutuhkan waktu hampir delapan kali lipat lebih lama. Setelah Singapura, Brunei Darussalam menyusul dengan kebutuhan 12 hari kerja, kemudian Malaysia dengan 26 hari kerja, dan Thailand dengan 50 hari kerja.
Namun, jika melihat ke bawah, Indonesia masih jauh lebih unggul dibandingkan Vietnam yang membutuhkan 96 hari kerja, serta Filipina yang mencapai 98 hari kerja. Kondisi paling menantang terlihat di negara-negara seperti Kamboja yang membutuhkan 172 hari kerja, hingga Myanmar dan Laos yang masing-masing memerlukan waktu hingga 180 dan 183 hari kerja.
Di pasar domestik, harga iPhone 18 Pro Max sendiri memang cukup menguras kantong. Untuk varian penyimpanan 256 GB, perangkat ini dibanderol mulai dari Rp29.499.000. Sementara itu, bagi mereka yang menginginkan kapasitas maksimal sebesar 2 TB, harganya melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp58.999.000.
Penting untuk dicatat bahwa angka 63 hari kerja tersebut merupakan sebuah representasi matematis yang membandingkan harga perangkat dengan rata-rata penghasilan. Dalam realitas kehidupan sehari-hari, angka ini tentu bisa lebih panjang. Masyarakat tetap harus memprioritaskan kebutuhan pokok seperti pangan, tempat tinggal, transportasi, dan biaya hidup lainnya sebelum bisa menyisihkan dana untuk barang mewah.
Data ini memberikan gambaran nyata mengenai kesenjangan ekonomi dan daya beli di kawasan Asia Tenggara. Perbedaan upah minimum dan stabilitas harga pasar di setiap negara menjadi faktor utama mengapa waktu yang dibutuhkan untuk memiliki satu ponsel pintar bisa berbeda sangat jauh antar satu negara dengan negara lainnya.








Tinggalkan komentar