Pasar Saham Merah IHSG Terperosok Tajam

Moch Divan

Pasar Saham Merah IHSG Terperosok Tajam

lintaswarta.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang kurang memuaskan pada perdagangan sesi kedua hari Selasa (27/10/2026). Berdasarkan pantauan data pasar, indeks mengalami tekanan yang cukup signifikan hingga merosot ke level 5.318,96. Penurunan ini setara dengan kehilangan 54,13 poin atau berkurang sekitar 1,01% dibandingkan posisi sebelumnya.

Aktivitas perdagangan di bursa menunjukkan volume transaksi yang cukup masif, yakni mencapai 168,54 juta lot. Nilai transaksi yang berputar di pasar modal Indonesia pada periode tersebut tercatat menembus angka Rp6.233,14 miliar. Meskipun likuiditas terlihat tinggi, arah pergerakan indeks justru cenderung negatif.

Pasar Saham Merah IHSG Terperosok Tajam
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Merujuk pada data Refinitiv, pelemahan IHSG ini dipicu oleh koreksi tajam di sejumlah sektor utama. Sektor utilitas menjadi yang paling terdampak dengan penurunan mencapai 3,6%. Tak kalah signifikan, sektor teknologi juga ikut terseret turun sebesar 2,5%, sementara sektor energi mengalami koreksi tipis di angka 0,9%.

COLLABMEDIANET

Beberapa saham berkapitalisasi besar turut menjadi beban berat bagi indeks. Nama-nama seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tercatat memberikan tekanan pada pergerakan IHSG. Selain itu, saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga turut berkontribusi pada penurunan indeks hari ini. Di sisi lain, terdapat upaya penopang dari saham-saham seperti PT Astra International Tbk. (ASII), PT United Tractors Tbk. (UNTR), hingga PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang mencoba menahan laju kejatuhan lebih dalam.

Kondisi pasar saat ini tengah dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik global. Fokus investor tertuju pada upaya diplomasi di Timur Tengah, di mana Arab Saudi, Turki, dan Pakistan melakukan pertemuan di Teheran untuk meredakan ketegangan. Meski ada harapan akan perdamaian, ancaman serangan dari Amerika Serikat terhadap Iran serta ketegangan di Selat Hormuz tetap membuat pasar waspada. Hal ini berdampak langsung pada fluktuasi harga minyak dunia. Harga minyak Brent terpantau turun 0,8% ke level US$115,81 per barel, sementara WTI merosot 1,46% ke US$101,76 per barel.

Dari sisi domestik, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebenarnya tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat integritas pasar. BEI berencana memperketat pengawasan terhadap transaksi mencurigakan dan mengevaluasi kebijakan Unusual Market Activity (UMA). Salah satu kebijakan krusial yang akan berlaku mulai 2 November 2026 adalah pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari penghitungan IHSG. Langkah ini diambil guna meningkatkan transparansi dan menjaga kepercayaan investor jangka panjang di pasar modal tanah air.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar