lintaswarta.co.id melaporkan, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dilanda gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 pada Minggu (12/7) malam sekitar pukul 20.46 Wita. Guncangan hebat ini sontak memicu kepanikan di kalangan warga, mendorong sebagian besar dari mereka untuk mencari perlindungan dengan mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman, termasuk wilayah Gunung Kali dan beberapa kecamatan di sekitarnya. Insiden ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan, tetapi juga menelan satu korban jiwa, seorang pasien yang tengah dirawat di RSUD Buol.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol mengonfirmasi laporan kerusakan yang meluas. Beberapa fasilitas publik yang terdampak antara lain kantor mal pelayanan publik, sebagian ruang perawatan RSUD Buol, kantor inspektorat, serta sejumlah rumah makan dan tempat tinggal warga di Kelurahan Kali dan Leok II. Kepala Pelaksana BPBD Buol, Moh Kachfi Mardjuni, menjelaskan bahwa warga berhamburan keluar rumah dan mengungsi karena kekhawatiran akan terjadinya gempa susulan.
Menyikapi situasi darurat ini, Wakil Bupati Buol, Moh Nasir Dj Daimaroto, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan, mengingat kepanikan justru dapat membahayakan. Ia juga menekankan pentingnya selektif dalam menerima informasi, meminta warga hanya mempercayai data resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan BPBD Buol guna menghindari penyebaran berita hoaks. Pemerintah Kabupaten Buol terus memantau perkembangan situasi pascagempa.

Related Post
BMKG sebelumnya telah memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, kemudian memperbarui analisis, menyatakan gempa memiliki magnitudo M5.1 dengan kedalaman 21 km. Episenter gempa terletak di laut 37 km timur laut Buol. Guncangan dirasakan kuat (Skala IV MMI) di Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol, sementara Skala III MMI dirasakan di Parigi, Marisa, dan Tilamuta. Gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme pergerakan naik geser.
Meskipun situasi dilaporkan sudah kondusif dan sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing, BPBD Buol tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Asesmen kebutuhan masyarakat terdampak dan kerusakan masih terus dilakukan oleh pemerintah setempat dan BPBD Sulawesi Tengah.









Tinggalkan komentar