Jokowi Dorong Buku Ijazah Kontroversial Dibedah UGM

Harimurti

Jokowi Dorong Buku Ijazah Kontroversial Dibedah UGM

lintaswarta.co.id, Solo – Sebuah kabar mengejutkan datang dari Rismon Hasiholan Sianipar. Penulis buku "Otentikasi Ijazah Joko Widodo" ini mengungkapkan bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menyambut sangat positif karya terbarunya tersebut. Bahkan, Jokowi disebut mendorong agar buku ini didistribusikan ke berbagai universitas dan dibedah secara mendalam di lingkungan akademik, khususnya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Pernyataan ini disampaikan Rismon usai bertemu Jokowi di kediamannya di Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (17/6).

Rismon menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan untuk meminta tanda tangan langsung dari Presiden Jokowi pada bukunya. Ia mengklaim bahwa Jokowi secara pribadi telah membubuhkan tanda tangan pada tanggal 17 Juni. "Ini kan harus ditempatkan di dunia akademik. Diiris, diteliti, dikuliti di dunia akademik. Tadi perintah Pak Jokowi di UGM, artinya permohonan utamanya ke UGM," kata Rismon, menirukan arahan Presiden.

Jokowi Dorong Buku Ijazah Kontroversial Dibedah UGM
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi potensi interpretasi politis, Rismon menegaskan bahwa buku "Otentikasi Ijazah Joko Widodo" murni hasil penelitian ilmiah. Ia menekankan bahwa karyanya sama sekali tidak terafiliasi dengan kepentingan politik atau sentimen pribadi. "Ini semata-mata adalah karya yang tunduk pada kaidah-kaidah ilmiah, bukan tunduk pada afiliasi politik, kebencian, ketidaksukaan, kesukaan dan segala macam," ujarnya.

COLLABMEDIANET

Lebih lanjut, Rismon juga mengklarifikasi bahwa penulisan buku ini tidak ada kaitannya dengan proses Restorative Justice (RJ) yang sedang ia tempuh terkait kasus dugaan pencemaran nama baik. Sebelumnya, Rismon pernah terlibat dalam penyusunan buku "Jokowi’s White Paper" bersama Roy Suryo dan Tiffauzia Tiyassuma, di mana ia sempat menyatakan ijazah S1 Jokowi dari UGM palsu atau tidak otentik.

"Saya dari awal, kewajiban moral untuk membuktikan bahwa saya salah. Ya saya tulis buku (merevisi pendapat awal) dong biar kita bermoral, biar ada literasi ilmiah," ungkap Rismon, menjelaskan motivasinya untuk menulis buku yang merevisi pandangan sebelumnya. Ini menunjukkan komitmennya terhadap integritas ilmiah dan tanggung jawab moral dalam menyajikan informasi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar