lintaswarta.co.id, Banyuwangi – Sebuah insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat telah melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, khususnya di area Gunung Merapi Ungup-Ungup, Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Diperkirakan, api telah melalap sekitar 20 hektare lahan di wilayah tersebut. Menurut keterangan Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, titik api pertama kali terlihat pada Kamis, 3 September, sekitar pukul 07.34 WIB, di belakang Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup.
Satriyo Nurseno menegaskan bahwa total luasan lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai kurang lebih 20 hektare. Beruntungnya, tidak ada laporan mengenai korban luka maupun meninggal dunia dalam peristiwa ini. Namun, upaya pemadaman api menghadapi kendala serius. Petugas di lapangan kesulitan menjangkau titik-titik api karena medan di kawasan perhutanan tersebut dikenal sangat terjal, licin, dan berbahaya, menghambat akses tim pemadam.
Sebagai respons cepat, Tim BPBD Banyuwangi telah mendirikan posko siaga di Bumi Perkemahan Paltuding, lokasi yang relatif dekat namun aman dari jangkauan api, guna memantau perkembangan kebakaran secara real-time dan mengkoordinasikan strategi pemadaman. Koordinasi intensif terus dilakukan antara BPBD Jawa Timur, BPBD Banyuwangi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) Wilayah Banyuwangi, serta Perhutani. Langkah antisipasi juga mencakup pemantauan ketat di jalur pendakian Kawah Ijen untuk mencegah potensi pergerakan api yang dapat membahayakan area wisata dan pendaki.

Related Post
Mengantisipasi risiko lebih lanjut dan demi keselamatan pengunjung, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) Jawa Timur secara resmi mengumumkan penutupan total kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Penutupan ini mulai berlaku pada Jumat, 4 September, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Dalam surat pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala BB KSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan, disebutkan bahwa langkah ini diambil untuk meminimalisir dampak risiko bagi pengunjung, mengingat api telah merambat masuk ke dalam kawasan wisata populer tersebut.







Tinggalkan komentar