lintaswarta.co.id – Cuaca ekstrem yang melanda Paraguay telah mengubah pemandangan kota menjadi hamparan air yang menyerupai danau raksasa. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut memicu meluapnya Sungai Paraná, yang kemudian mengakibatkan banjir bandang di berbagai penjuru negeri. Bencana alam ini dilaporkan telah berdampak langsung pada sedikitnya 3.000 keluarga yang tersebar di sembilan departemen berbeda.
Kondisi darurat ini memaksa ribuan warga untuk meninggalkan kediaman mereka demi keselamatan jiwa. Berdasarkan laporan terkini, wilayah selatan menjadi titik yang paling menderita akibat terjangan air. Departemen Ñeembucú, Misiones, dan Itapúa tercatat sebagai daerah dengan tingkat kerusakan paling signifikan. Di wilayah-wilayah ini, pemukiman warga terendam air dengan cepat, memaksa tim penyelamat bergerak sigap menyalurkan bantuan logistik.
Pemerintah setempat bersama tim darurat telah mengerahkan bantuan berupa bahan makanan, terpal plastik untuk tempat berteduh sementara, hingga material bangunan guna membantu proses pemulihan pascabencana. Di kawasan Misiones, khususnya di wilayah Ayolas, situasi menjadi sangat kritis karena letak geografisnya yang berdekatan dengan Bendungan Yacyretá, sebuah infrastruktur vital yang dikelola bersama oleh Paraguay dan Argentina. Tercatat, sebanyak 1.040 keluarga di kawasan tersebut telah menerima bantuan darurat dari otoritas terkait.

Related Post
Tak hanya manusia, dampak bencana ini juga menyasar makhluk hidup lainnya. Di tengah kekacauan banjir, upaya penyelamatan hewan peliharaan menjadi fokus tambahan bagi para relawan. Organisasi nirlaba SOS Animal Ayolas dilaporkan telah berhasil mengevakuasi sekitar 247 hewan peliharaan yang terjebak di tengah kepungan air dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, di wilayah Alto Paraná yang berbatasan langsung dengan Brasil, skala evakuasi juga sangat masif. Setidaknya 1.300 keluarga harus mengungsi setelah ketinggian air Sungai Paraná mencapai level yang mengkhawatirkan. Data menunjukkan bahwa permukaan air sempat melonjak hingga mencapai 121,19 meter di atas permukaan laut sebelum akhirnya perlahan menyusut ke angka 117,57 meter.
Meski ada tanda-tanda penurunan permukaan air di beberapa titik, warga dihimbau untuk tidak lengah. Direktorat Meteorologi dan Hidrologi Paraguay mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi hujan susulan yang diprediksi akan terus mengguyur wilayah tersebut hingga akhir pekan. Wilayah timur negara tersebut diperkirakan akan menjadi zona dengan risiko dampak paling besar. Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan yang bisa datang sewaktu-waktu. Melansir informasi dari teleSUR, situasi ini terus dipantau secara ketat oleh otoritas keamanan setempat guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.





Tinggalkan komentar