Lapas Penuh Narkoba Prabowo Turun Tangan

Harimurti

Lapas Penuh Narkoba Prabowo Turun Tangan

lintaswarta.co.id, Jakarta – Pemerintah tengah serius mengkaji langkah-langkah strategis guna mengatasi masalah kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia, yang mayoritas penghuninya adalah narapidana kasus narkotika. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa salah satu opsi utama yang sedang dipertimbangkan adalah program rehabilitasi bagi para pengguna atau narapidana narkoba.

Setelah mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (29/9), Komjen Suyudi menjelaskan bahwa BNN akan segera menggelar rapat koordinasi yang lebih mendalam. Pertemuan tersebut akan melibatkan berbagai kementerian terkait untuk merumuskan kebijakan penanganan, khususnya yang berkaitan dengan rehabilitasi bagi mereka yang terlibat kasus narkotika. "Lapas ini kan sudah over capacity dan juga sebagian besar hampir 80 persen itu adalah tahanan narkotika," ujar Suyudi, menyoroti urgensi situasi yang ada.

Lapas Penuh Narkoba Prabowo Turun Tangan
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Senada dengan Kepala BNN, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas juga menyampaikan keprihatinan yang sama. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah secara langsung meminta dirinya untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna mematangkan wacana rehabilitasi ini. Menurut Supratman, kondisi lapas yang kelebihan kapasitas akibat membludaknya narapidana narkotika memerlukan penanganan segera. Dalam waktu dekat, ia bersama sejumlah pihak akan mengadakan rapat bersama untuk merumuskan suatu kebijakan konkret yang akan diambil oleh pemerintah.

COLLABMEDIANET

Selain isu over kapasitas lapas, Komjen Suyudi juga menyoroti upaya BNN dalam menjajaki aturan terkait peredaran narkotika cair. Presiden Prabowo disebut menaruh perhatian khusus pada peredaran produk seperti vape yang mengandung etomidate. "Itu juga nanti akan dibahas secara khusus kembali," kata Suyudi, menambahkan bahwa meskipun telah ada rapat koordinasi di bawah Kemenko PMK, BNN akan terus mendalami regulasi yang tepat untuk mengatasi ancaman baru ini. Pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi komprehensif demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih efektif dan aman.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar