Mahasiswa UI Dianiaya Motif Aneh Terkuak

Harimurti

Mahasiswa UI Dianiaya Motif Aneh Terkuak

lintaswarta.co.id, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) secara resmi melaporkan dugaan tindak pengeroyokan yang menimpa Koordinator Sosial dan Politik mereka, Hafidz Hernanda, ke Polda Metro Jaya pada Selasa, 6 Oktober 2026. Insiden brutal yang terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, ini menimbulkan pertanyaan besar terkait motif para pelaku yang dinilai janggal.

Laporan dugaan penganiayaan tersebut telah diterima kepolisian dan teregistrasi dengan nomor LP/B/7493/X/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. BEM UI melaporkan kasus ini berdasarkan tiga pasal krusial: Pasal 497 ayat (2) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 467 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan terencana, serta Pasal 449 ayat (1) KUHP tentang pengancaman pembunuhan. "Mengingat urgensi kasus ini, kami telah melaporkan delik pencurian disertai kekerasan di jalan umum, penganiayaan terencana, dan pengancaman," ujar Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, di Polda Metro Jaya.

Mahasiswa UI Dianiaya Motif Aneh Terkuak
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fathimah menjelaskan, peristiwa nahas yang menimpa Hafidz, yang akrab disapa Bapis, terjadi pada Minggu, 4 Oktober, saat ia dalam perjalanan pulang usai melakukan konsolidasi di wilayah Tebet. Di Jalan Tebet Barat Dalam IX Nomor 21, Bapis tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal (OTK) hingga mendapatkan ancaman pembunuhan.

COLLABMEDIANET

BEM UI juga menyertakan sejumlah barang bukti, termasuk hasil pemeriksaan kesehatan dan forensik atas luka-luka yang dialami Hafidz. "Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya beberapa luka memar dan cedera kepala yang sempat cukup parah. Namun, kondisi kepala Bapis kini sudah membaik, tinggal memar di wajah dan lecet di kaki serta punggung," tambah Fathimah.

Yang menarik perhatian adalah kejanggalan motif pelaku. Legal Consultant BEM UI, Adiluhung, menyoroti bahwa sepeda motor Hafidz tidak dibawa kabur. "Setelah menendang motor Bapis, pelaku justru memilih memukuli saudara Bapis. Tidak ada upaya awal dari pelaku untuk mengambil motor atau barang berharga lainnya. Pelaku baru mengambil handphone Bapis setelah pertikaian selesai. Fakta ini menjadi aneh apabila memang motivasi awalnya adalah pembegalan," jelas Adiluhung, menimbulkan spekulasi tentang motif sebenarnya di balik insiden brutal yang menimpa mahasiswa UI tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar