Makassar, lintaswarta.co.id – Sebuah insiden menegangkan di perairan Teluk Tomini, Provinsi Gorontalo, berakhir dengan ditemukannya sebelas wisatawan asing (WNA) beserta seorang anak buah kapal (ABK) dalam kondisi selamat. Namun, kabar duka menyelimuti operasi pencarian karena nakhoda speedboat yang mereka tumpangi masih belum ditemukan.
Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, mengonfirmasi penemuan para korban. "Alhamdulillah semua korban ditemukan dalam kondisi selamat, namun kita masih mencari satu korban yakni nakhodanya yang dilaporkan masih hilang," ujar Heriyanto kepada wartawan pada Sabtu (25/7).
Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat (25/7) ketika kapal cepat yang mengangkut total 13 orang – terdiri dari 11 WNA, satu ABK, dan satu nakhoda – berlayar dari Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, menuju Pelabuhan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Menurut keterangan Heriyanto, kapal tersebut dihantam cuaca buruk yang ekstrem di tengah perjalanan, menyebabkan badan kapal patah dan tenggelam.

Related Post
Para penumpang dan ABK berhasil menyelamatkan diri menggunakan rakit yang tersedia, namun nakhoda kapal, Ferdiansyah (29), tidak terlihat saat evakuasi. Heriyanto menjelaskan, pandangan para korban terhalang oleh kabut tebal saat kejadian, sehingga mereka kehilangan jejak Ferdiansyah yang kemungkinan masih berada di kapal saat kapal patah menjadi dua dan tenggelam sekitar pukul 21.00 WITA.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan potensi SAR lainnya, masih terus melakukan operasi pencarian intensif untuk menemukan Ferdiansyah. "Kami akan terus melaksanakan pencarian sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) selama tujuh hari ke depan," tegas Heriyanto, menunjukkan komitmen penuh dalam upaya menemukan sang nakhoda yang hilang.









Tinggalkan komentar