Skandal Suap Narkoba Guncang Bolivia

Harimurti

Skandal Suap Narkoba Guncang Bolivia

lintaswarta.co.id – Dunia hukum di Bolivia tengah diguncang oleh skandal korupsi besar yang melibatkan pucuk pimpinan tertinggi lembaga kejaksaan. Jaksa Agung Bolivia, Roger Mariaca, resmi ditangkap oleh pihak berwenang setempat pada akhir pekan lalu. Penangkapan dramatis ini terjadi hanya berselang dua hari setelah Amerika Serikat mengambil langkah tegas dengan mencabut visa Mariaca secara sepihak.

Amerika Serikat menuduh Mariaca terlibat dalam praktik suap demi memfasilitasi jaringan perdagangan narkoba internasional. Kasus ini tidak hanya menyeret sang Jaksa Agung, tetapi juga melibatkan jaringan luas yang merusak integritas hukum di negara tersebut.

Skandal Suap Narkoba Guncang Bolivia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menteri Dalam Negeri Bolivia, Marco Antonio Oviedo, mengonfirmasi bahwa operasi penangkapan tersebut tidak hanya menyasar Mariaca, tetapi juga 13 orang lainnya. Dalam keterangannya pada Kamis (5/10/2026), Oviedo menjelaskan bahwa operasi penyergapan ini merupakan upaya untuk membongkar organisasi kriminal yang telah menyusup ke dalam sistem peradilan dan Kantor Kejaksaan Umum.

COLLABMEDIANET

"Kami telah berhasil membongkar sebuah organisasi kriminal yang tertanam kuat di dalam sistem peradilan dan administrasi lembaga vital negara kita, yaitu Kementerian Publik," tegas Oviedo. Ia menambahkan bahwa jaringan ini memiliki peran krusial dalam melindungi dan memuluskan aktivitas perdagangan narkoba di wilayah Bolivia.

Pemicu utama terbongkarnya skandal ini adalah beredarnya bukti digital berupa rekaman video dan audio yang sangat kontroversial. Materi tersebut diduga kuat berkaitan dengan Sebastian Marset, seorang gembong narkoba asal Uruguay yang telah ditangkap pada Maret lalu. Dalam rekaman tersebut, Marset secara terang-terangan menyebut Mariaca sebagai "teman" dekatnya.

Lebih mengejutkan lagi, Marset mengeklaim telah menyetorkan uang sebesar US$500.000 atau setara dengan Rp8,9 miliar kepada Mariaca. Dana tersebut diduga digunakan sebagai jaminan agar Marset dapat tetap bebas beroperasi di Bolivia dan menghindari jeratan hukum. Saat ini, Marset sendiri telah diekstradisi ke Amerika Serikat dan sedang menunggu proses pengadilan di sana.

Situasi politik di Bolivia pun menjadi semakin pelik. Penangkapan ini terjadi di tengah upaya Presiden Rodrigo Paz untuk memperbaiki hubungan diplomatik dengan Washington. Pemerintah Bolivia saat ini tengah berupaya keras mengamankan program bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF) senilai US$1,9 miliar yang baru saja disetujui oleh kongres.

Meskipun Departemen Luar Negeri AS telah secara resmi menuduh Mariaca menerima uang haram untuk membantu penjahat kekerasan menghindari keadilan, Mariaca sendiri memberikan bantahan keras. Ia mengklaim bahwa tuduhan tersebut hanyalah bentuk campur tangan politik Amerika Serikat terhadap penyelidikan hukum yang pernah ia pimpin.

Berdasarkan laporan media setempat, Mariaca ditangkap saat berada di Bandara Internasional Viru Viru, Santa Cruz. Penangkapan ini memicu reaksi keras dari internal lembaga hukum Bolivia sendiri, di mana beberapa pejabat melalui siaran langsung media sosial menyebut tindakan penangkapan tersebut sebagai bentuk "penculikan".

Kasus ini menjadi bagian dari gelombang pembersihan besar-besaran yang dilakukan Washington terhadap pejabat di Amerika Latin. Dalam minggu ini saja, puluhan warga dari Bolivia, Kolombia, dan Ekuador telah masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat karena keterlibatan dalam korupsi, perdagangan narkoba, hingga rencana pemberontakan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar