Bandara Saudi Jadi Sasaran Serangan Rudal

Harimurti

Bandara Saudi Jadi Sasaran Serangan Rudal

lintaswarta.co.id – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali memanas dan mencapai titik kritis setelah eskalasi konflik di Yaman meluas hingga menyasar wilayah kedaulatan Arab Saudi. Serangkaian serangan udara yang menargetkan infrastruktur vital penerbangan sipil telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kekacauan pada jadwal penerbangan internasional di kerajaan tersebut.

Dua bandara utama, yakni Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, dilaporkan menjadi sasaran serangan dalam rentetan peristiwa yang terjadi pada Selasa dan Rabu pekan ini. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi bahwa fasilitas bandara tersebut menjadi target serangan yang mengakibatkan kerusakan signifikan.

Bandara Saudi Jadi Sasaran Serangan Rudal
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tragedi ini memakan korban jiwa dari kalangan warga asing. Berdasarkan laporan yang dihimpun, seorang warga Mesir dan seorang warga Aljazair dilaporkan tewas dalam serangan di Bandara Abha. Sementara itu, serangan di bandara Riyadh merenggut nyawa seorang warga Sudan. Selain korban jiwa, sebanyak 36 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan dan pecahan rudal.

COLLABMEDIANET

Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah barat laut Yaman, secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa penggunaan rudal balistik terhadap Bandara King Khalid di Riyadh adalah bagian dari operasi militer mereka yang diklaim "tepat sasaran". Serangan ini tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga menyebabkan gangguan serius pada lalu lintas udara di wilayah tersebut.

Menanggapi aksi tersebut, koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi bergerak cepat. Melalui pernyataan resminya di platform X, pihak koalisi mengklaim telah berhasil menghancurkan platform peluncuran rudal balistik yang digunakan kelompok Houthi untuk menyerang ibu kota Riyadh. Langkah ini diambil sebagai upaya defensif untuk melindungi fasilitas sipil dari ancaman rudal yang terus berdatangan.

Ketegangan ini merupakan dampak dari pecahnya kembali perang saudara di Yaman pada Juli lalu, setelah gencatan senjata sempat bertahan selama empat tahun. Konflik ini telah menciptakan krisis kemanusiaan yang sangat mendalam. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat bahwa lebih dari 200.000 warga Yaman kini terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang tak kunjung usai.

Di sisi lain, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengklaim telah melancarkan serangan balasan besar-besaran untuk merebut kembali wilayah strategis di Laut Merah dan kota pelabuhan Mocha. Namun, pihak Houthi membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa mereka masih memegang kendali atas posisi-posisi penting.

Hingga saat ini, situasi di medan perang masih sangat dinamis dan sulit diverifikasi secara independen karena terbatasnya akses bagi jurnalis internasional. Namun, satu hal yang pasti, serangan terhadap bandara-bandara ini telah meningkatkan kekhawatiran global akan meluasnya konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar