Bank Vietnam Incar Modal Asing Ratusan Triliun

Harimurti

Bank Vietnam Incar Modal Asing Ratusan Triliun

lintaswarta.co.id – Sektor perbankan di Vietnam tengah bersiap menghadapi gelombang investasi besar-besaran. Sejumlah bank domestik dilaporkan tengah merancang strategi penjualan saham secara masif yang diperkirakan mampu meraup dana hingga US$ 7 miliar atau setara dengan Rp 124,6 triliun dari investor mancanegara. Langkah berani ini menjadi sinyal kuat bahwa pintu gerbang investasi di sektor keuangan Vietnam kini terbuka lebar bagi pemain global.

Fenomena ini menandai babak baru dalam sejarah perbankan di negara tersebut. Menurut laporan Reuters, kebutuhan mendesak untuk memperkuat struktur permodalan menjadi motor utama di balik rencana ambisius ini. Momentum tersebut semakin diperkuat dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan batas atas pinjaman luar negeri sebesar 11% menjadi US$ 6,1 miliar (sekitar Rp 108,58 triliun) pada tahun ini. Selain itu, regulasi baru juga memberikan lampu hijau bagi tiga pemberi pinjaman lokal untuk meningkatkan batas kepemilikan asing hingga mencapai angka 49%.

Bank Vietnam Incar Modal Asing Ratusan Triliun
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Beberapa transaksi raksasa kini tengah berada dalam meja negosiasi. Salah satu yang paling mencolok adalah keterlibatan raksasa perbankan asal Jepang, Sumitomo Mitsui Banking Corp (SMBC). SMBC dikabarkan tengah menjalin komunikasi intensif dengan VPBank untuk menambah porsi kepemilikan sahamnya menjadi 20%. Transaksi melalui penempatan swasta ini diperkirakan menelan biaya hingga US$ 560 juta atau sekitar Rp 9,96 triliun.

COLLABMEDIANET

Tak mau ketinggalan, bank-bank besar lainnya juga mulai bergerak. Vietcombank dikabarkan berencana melepas 6,5% sahamnya dengan nilai transaksi mencapai US$ 1,2 miliar (Rp 21,36 triliun). Langkah serupa juga diambil oleh BIDV yang berencana melakukan pelepasan hampir 11% sahamnya dengan nilai fantastis sebesar US$ 1,4 miliar atau setara Rp 24,92 triliun.

Quynh Nguyen, seorang pakar keuangan dari Universitas Hoa Sen, menilai bahwa keterbukaan terhadap modal asing ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang negara untuk mendanai fase pertumbuhan berikutnya. Vietnam menyadari bahwa untuk mempertahankan momentum ekonomi, mereka membutuhkan suntikan dana yang lebih besar daripada yang bisa disediakan oleh sumber domestik semata.

Lonjakan aktivitas perbankan ini merupakan respons langsung terhadap kondisi ekonomi Vietnam yang sedang melesat tajam. Negara tersebut baru saja mencatatkan rekor pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, menyentuh angka hampir 10% pada kuuartal terakhir. Angka ini menempatkan industri perbankan Vietnam sebagai salah satu yang paling progresif di kawasan Asia.

Ambisi besar ini sejalan dengan visi pemimpin tertinggi Vietnam, To Lam, yang ingin memacu pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur skala besar. Untuk mencapai target pertumbuhan tahunan minimal 10% hingga tahun 2030, keterlibatan investor asing dianggap sebagai kunci untuk memenuhi lonjakan permintaan kredit yang terus meningkat.

Willie Tanoto, analis dari Fitch Ratings, menambahkan bahwa jika Vietnam mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonominya, maka peluang bagi masuknya dana asing akan terus terbuka lebar, terutama bagi bank-bank berskala menengah yang ingin memperkuat posisi mereka di pasar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar