Tren Global Meningkatnya Kelompok Tanpa Agama

Harimurti

Tren Global Meningkatnya Kelompok Tanpa Agama

lintaswarta.co.id – Fenomena pergeseran keyakinan spiritualitas masyarakat dunia tengah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Jika dahulu agama menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial dan budaya di hampir seluruh belahan dunia, kini tren menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk yang memilih untuk tidak berafiliasi dengan agama mana pun. Fenomena ini tidak hanya mendominasi kawasan Eropa, tetapi juga mulai merambah ke wilayah Asia, termasuk negara tetangga Indonesia.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pew Research Center, terdapat tren kenaikan pada kelompok masyarakat yang tidak memiliki afiliasi agama secara global. Pada tahun 2010, kelompok ini mencakup sekitar 23% dari populasi dunia. Namun, angka tersebut terus merangkak naik hingga mencapai 24,2% pada tahun 2025. Hal ini menandakan bahwa skeptisisme terhadap institusi agama atau pilihan untuk hidup tanpa keyakinan formal semakin umum ditemui.

Tren Global Meningkatnya Kelompok Tanpa Agama
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara historis, akar pemikiran yang meniadakan keberadaan Tuhan sebenarnya sudah ada sejak abad ke-6 SM. Namun, ateisme baru bertransformasi menjadi gerakan intelektual yang masif dan identitas sosial yang luas sejak era Zaman Pencerahan pada abad ke-17 dan ke-18. Perkembangan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh berbagai faktor fundamental.

COLLABMEDIANET

Para ahli menyebutkan bahwa meningkatnya tingkat pendidikan, kemajuan pesat dalam bidang sains dan teknologi, serta perubahan struktur sosial menjadi pemicu utama. Masyarakat modern cenderung lebih mengandalkan penjelasan rasional dan bukti empiris untuk memahami fenomena alam dan kehidupan, dibandingkan menggunakan penjelasan berbasis dogma atau keyakinan agama. Selain itu, proses sekularisasi—yakni pemisahan antara urusan agama dengan institusi publik—membuat peran agama dalam kehidupan sosial tidak lagi menjadi pusat perhatian seperti masa lampau. Faktor lain yang turut memperkeruh keadaan adalah munculnya berbagai skandal di lingkungan rumah ibadah yang memicu hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi keagamaan.

Jika menilik peta dunia, tingkat ateisme atau ketidakterikatan agama sangat bervariasi. Republik Ceko menempati posisi puncak dengan persentase penduduk tanpa agama mencapai 78,4%. Diikuti oleh Korea Utara yang mencatatkan angka 71,3%. Menariknya, di kawasan Asia, negara seperti Jepang (60%), Hong Kong (54,7%), dan China (51,8%) menunjukkan angka yang cukup tinggi.

Vietnam, yang merupakan salah satu tetangga dekat Indonesia di Asia Tenggara, juga masuk dalam daftar ini dengan persentase 29,9%. Hal ini menunjukkan bahwa tren sekularisme di Asia mulai menunjukkan pola yang nyata.

Berikut adalah daftar 20 negara dan wilayah dengan persentase penduduk tanpa afiliasi agama tertinggi menurut data Pew Research Center:

  1. Republik Ceko: 78,4%
  2. Korea Utara: 71,3%
  3. Estonia: 60,2%
  4. Jepang: 60%
  5. Hong Kong: 54,7%
  6. China: 51,8%
  7. Korea Selatan: 46,6%
  8. Latvia: 45,3%
  9. Belanda: 44,3%
  10. Uruguay: 41,5%
  11. Selandia Baru: 39,6%
  12. Mongolia: 36,5%
  13. Prancis: 31,9%
  14. Britania Raya dan Irlandia Utara: 31,2%
  15. Belgia: 31%
  16. Vietnam: 29,9%
  17. Swedia: 29%
  18. Australia: 28,6%
  19. Belarus: 28,6%
  20. Luksemburg: 26,7%

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar