Trump Desak Ukraina Ganti Presiden

Harimurti

Trump Desak Ukraina Ganti Presiden

lintaswarta.co.id – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Ukraina memasuki babak baru yang sangat panas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan melontarkan pernyataan keras yang menyerukan agar Ukraina segera mengganti pemimpinnya, Presiden Volodymyr Zelenskiy. Langkah ini diambil menyusul kebijakan kontroversial Trump terkait kesepakatan pasokan bahan bakar diesel dengan Rusia yang memicu kemarahan besar dari Kyiv.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menuding Zelenskiy sebagai penyebab ketidakstabilan harga energi global. Menurutnya, serangan Ukraina terhadap infrastruktur minyak milik Rusia telah mengganggu rantai pasokan diesel dunia. Trump menegaskan bahwa tindakan tersebut justru menyulitkan para petani dan peternak di Amerika Serikat yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Trump Desak Ukraina Ganti Presiden
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Saya rasa sudah saatnya Ukraina memiliki presiden baru," ujar Trump kepada awak media, sebagaimana dikutip dari laporan internasional. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi global yang selama ini banyak dipasok oleh Rusia.

COLLABMEDIANET

Namun, pernyataan Trump ini berbanding terbalik dengan realitas tragis yang terjadi di lapangan. Presiden Zelenskiy memberikan kritik tajam dan mengaitkan kebijakan Amerika Serikat tersebut dengan meningkatnya intensitas serangan Rusia di wilayah Ukraina. Zelenskiy menilai, pelonggaran tekanan terhadap Moskow melalui kesepakatan diesel justru membuat Rusia semakin berani melakukan agresi.

Tragedi kemanusiaan terjadi di kota Zaporizhzhia, Ukraina selatan. Sebuah serangan udara Rusia menghancurkan blok apartemen hingga rata dengan tanah, menewaskan 20 orang, termasuk tiga anak-anak. Salah satu korban jiwa adalah seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang seharusnya merayakan ulang tahunnya akhir bulan ini. Pemandangan memilukan terlihat saat keluarga korban hanya bisa menangis di tengah reruntuhan bangunan.

Zelenskiy menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi yang dianggap sebagai "sinyal kelemahan" oleh Rusia hanya akan memicu serangan yang lebih mematikan. Ia mendesak Washington untuk tidak memberikan kelonggaran kepada Moskow, melainkan terus menekan mereka agar mau duduk di meja negosiasi yang serius guna mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama 4,5 tahun tersebut.

Di sisi lain, kebijakan Trump ini juga mendapat tekanan internal di Amerika Serikat. Beberapa anggota parlemen, termasuk dari Partai Republik sendiri, mempertanyakan urgensi pencabutan sanksi ekspor solar kepada Rusia. Para analis ekonomi pun meragukan bahwa kesepakatan diesel ini akan mampu menurunkan harga bahan bakar secara signifikan, mengingat volume ekspornya masih jauh di bawah kapasitas normal Rusia.

Sementara itu, dukungan internasional untuk Ukraina tetap mengalir. Perdana Menteri Inggris menyatakan akan memperketat sanksi terhadap Rusia sebagai respons atas serangan terhadap warga sipil. Di tengah upaya negosiasi yang sedang berlangsung di Miami, situasi di Ukraina tetap mencekam dengan ancaman serangan udara yang terus berlanjut di berbagai kota besar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar