Nepal Terjang Banjir Bandang Dahsyat

Harimurti

Nepal Terjang Banjir Bandang Dahsyat

lintaswarta.co.id – Bencana alam kembali menerjang wilayah Nepal dengan kekuatan yang sangat destruktif. Arus banjir bandang yang datang secara tiba-tiba menyerupai gelombang tsunami dilaporkan telah menghantam pemukiman warga di bagian tengah negara tersebut. Kekuatan air yang membawa material lumpur dan batu besar ini mengakibatkan kerusakan masif pada infrastruktur vital serta menghanyutkan sejumlah rumah penduduk.

Otoritas setempat segera mengeluarkan instruksi darurat kepada warga di desa-desa sekitar aliran sungai untuk segera melakukan evakuasi mandiri menuju tempat yang lebih tinggi dan aman. Langkah ini diambil guna mengantisipasi adanya gelombang banjir susulan yang berpotensi memperluas area terdampak. Meskipun kerusakan bangunan terlihat sangat parah, hingga saat ini otoritas belum menerima laporan resmi mengenai adanya korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Nepal Terjang Banjir Bandang Dahsyat
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, situasi di lapangan masih menyisakan ketidakpastian. Berdasarkan data terbaru dari otoritas manajemen bencana nasional, terdapat lima orang yang saat ini dinyatakan hilang dan belum dapat dihubungi, yang terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki. Di sisi lain, tim militer telah bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan. Tercatat sebanyak 49 orang berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, termasuk satu orang warga negara asing yang identitas asalnya belum diungkapkan secara resmi.

COLLABMEDIANET

Melalui rekaman udara yang beredar luas di berbagai platform media sosial, terlihat pemandangan memilukan di Provinsi Gandaki. Sebuah desa tampak seolah tenggelam di bawah kepungan air keruh yang bergerak sangat cepat. Bencana ini dipicu oleh terjadinya tanah longsor di Desa Chumnubri, Distrik Gorkha, yang berjarak sekitar 100 kilometer di sebelah barat ibu kota Kathmandu. Longsoran tanah tersebut menyumbat aliran Sungai Budhi Gandaki, yang kemudian memicu luapan air besar di wilayah hilir.

Dharam Raj Uprety, kepala otoritas manajemen risiko bencana, menjelaskan bahwa dampak kerusakan tidak hanya menyasar pemukiman. Belasan rumah warga dan dua jembatan gantung dilaporkan hilang tersapu arus. Selain itu, proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di kawasan tersebut turut mengalami kerusakan berat, di mana sejumlah peralatan konstruksi penting ikut hanyut terbawa arus. Bahkan, jembatan utama yang menjadi urat nadi penghubung antara Distrik Gorkha dengan Distrik Dhading juga dilaporkan putus akibat hantaman debit air yang ekstrem.

Kondisi ini menambah daftar panjang trauma bencana di Nepal. Wilayah ini sebelumnya juga pernah mengalami tragedi serupa pada bulan Agustus lalu, di mana runtuhnya gletser memicu banjir dahsyat yang merenggut 1.457 nyawa. Kini, pemerintah melalui Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana terus memperketat pengawasan di beberapa distrik, termasuk Gorkha, Tanahun, Chitwan, serta Nawalparasi Timur dan Barat. Warga di sepanjang aliran sungai diminta tetap waspada dan segera mengikuti arahan petugas demi keselamatan jiwa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar