Lintaswarta.co.id – Di tengah geliat positif sektor transportasi nasional menjelang akhir tahun 2025, sebuah anomali mengejutkan terungkap. Meskipun periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) memicu lonjakan mobilitas masyarakat dan pemerintah gencar menawarkan diskon harga tiket, jumlah penumpang angkutan udara domestik justru mencatatkan penurunan signifikan secara tahunan. Fenomena ini kontras dengan moda transportasi lain yang justru menunjukkan pertumbuhan impresif.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam rilis resmi BPS pada Senin (2/2/2026), menjelaskan bahwa secara bulanan, seluruh moda transportasi memang mengalami peningkatan jumlah penumpang. "Hal ini terutama adanya peningkatan mobilitas masyarakat, adanya momen Natal dan Tahun Baru ya," ujar Ateng. Ia menambahkan, "Ditambah adanya program stimulus pemerintah berupa diskon harga tiket. Ya walaupun memang ada cuaca yang masih kurang bagus ya. Dan adanya beberapa kondisi bencana di beberapa wilayah."
Namun, Ateng menegaskan adanya perbedaan mencolok ketika melihat data secara tahunan. "Secara tahunan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi, kecuali angkutan udara," ungkapnya. Angkutan udara domestik menjadi satu-satunya moda yang terperosok, mengalami penurunan jumlah penumpang secara year-on-year, sementara yang lain melonjak.

Related Post
Moda Lain Justru Melaju Kencang
Kinerja positif justru ditunjukkan oleh angkutan laut domestik yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,56 persen secara year-on-year. Angkutan udara internasional pun menunjukkan tren pemulihan yang kuat dengan peningkatan 8,14 persen, dari 19 juta penumpang pada 2024 menjadi 20,55 juta pada 2025.
Tidak hanya itu, angkutan laut domestik secara keseluruhan tumbuh 16,48 persen, dan kereta api, sebagai penyumbang penumpang terbesar, melonjak 8,8 persen dari 500,5 juta menjadi 549,9 juta penumpang antara 2024 dan 2025. "Nampaknya moda kereta api ini selain kontribusinya paling besar, juga di tahun 2025 mengalami peningkatan yang tergolong signifikan," kata Ateng. Angkutan penyeberangan (ASDP) juga tidak ketinggalan dengan pertumbuhan 12,02 persen.
Dinamika Angkutan Barang
Selain pergerakan penumpang, BPS juga merilis data perkembangan angkutan barang yang menunjukkan dinamika berbeda. Secara bulanan, angkutan barang domestik dan kereta api mengalami peningkatan. Angkutan udara domestik untuk barang naik 4,97 persen dibandingkan November 2024, sementara kereta api naik 1 persen. Namun, angkutan laut domestik justru melemah secara bulanan.
Jika dilihat secara tahunan, angkutan laut domestik menjadi primadona dengan pertumbuhan tertinggi 18,91 persen dibandingkan Desember 2024. Dalam rentang waktu yang lebih panjang, dari 2021 hingga 2025, seluruh moda transportasi mencatatkan kenaikan volume angkutan barang pada 2025 dibandingkan 2024. Meskipun demikian, angkutan udara domestik hanya menunjukkan kenaikan yang sangat tipis, yakni 0,01 persen, dengan total 0,67 juta ton barang diangkut. Angkutan laut domestik memimpin dengan peningkatan 16,56 persen, sementara kereta api tumbuh 0,85 persen, mengangkut 74,12 juta ton pada 2025 dari 73,5 juta ton pada 2024.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun stimulus dan periode liburan mendorong mobilitas secara umum, sektor penerbangan domestik menghadapi tantangan unik yang membuatnya sulit bersaing dengan moda transportasi darat dan laut, bahkan dengan iming-iming diskon tiket.









Tinggalkan komentar