Lintaswarta.co.id melaporkan, lanskap bisnis di Indonesia kini dihadapkan pada tuntutan krusial: memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang. Bukan sekadar mengejar profit, namun juga mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial sebagai pilar utama pertumbuhan. Untuk menjawab tantangan ini, CNBC Indonesia akan menggelar ESG Sustainability Forum 2026 yang bertujuan mengukur dan mengakselerasi kesiapan Tanah Air dalam mewujudkan ekonomi hijau.
Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi strategi vital bagi perusahaan untuk menjamin pertumbuhan bisnis yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga bertanggung jawab. Sejalan dengan itu, Indonesia telah mematok target ambisius untuk mencapai Net-Zero Emission pada tahun 2060, sekaligus berkomitmen penuh terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Namun, perjalanan menuju implementasi ESG yang menyeluruh tidaklah tanpa hambatan. Keterbatasan investasi hijau, keragaman standar pelaporan yang menyulitkan komparasi, serta kesenjangan kapabilitas adopsi di berbagai sektor industri masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diatasi.

Related Post
Dalam upaya menjembatani kepentingan bisnis dengan komitmen keberlanjutan, CNBC Indonesia menghadirkan ESG Sustainability Forum 2026. Mengusung tema "Akselerasi Agenda Hijau: Menjembatani Kepentingan Bisnis dan Keberlanjutan," forum ini akan berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 09.00 – 12.15 WIB.
Acara prestisius ini dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan utama, mulai dari regulator hingga pelaku bisnis lintas sektor. Diskusi akan berfokus pada bagaimana dunia usaha dapat meningkatkan daya saing global sembari memenuhi tuntutan keberlanjutan melalui implementasi prinsip ESG yang lebih terstruktur, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Tujuannya jelas: mendorong percepatan agenda hijau Indonesia, memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Forum ini akan terbagi dalam dua sesi diskusi panel yang mendalam. Panel pertama akan mengupas "Peran Pembiayaan Dalam Akselerasi ESG dan Perdagangan Karbon," menyoroti instrumen finansial yang mendukung transisi hijau. Sementara itu, panel kedua akan membahas "Akselerasi Pelaksanaan ESG di Sektor Strategi Nasional," fokus pada implementasi di sektor-sektor kunci pembangunan.
Kehadiran tokoh-tokoh penting akan memperkaya diskusi. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dijadwalkan menyampaikan keynote speech pembuka. Tak kalah penting, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, juga akan berbagi pandangannya dalam sesi fireside chat yang dimoderatori oleh CEO CNBC Indonesia, Wahyu Daniel.
Deretan narasumber ahli yang akan mengisi diskusi panel meliputi Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto; Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno; dan Director Climate Policy Initiative, Tiza Mafira. Turut hadir pula Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya; Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno; Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, Theodorus Ardi Hartoko; serta Direktur PAM Jaya, Arief Nasrudin.
Sebagai bentuk apresiasi, CNBC Indonesia juga akan menganugerahkan ESG Rating Appreciation kepada perusahaan atau tokoh yang secara konsisten menunjukkan komitmen tinggi dalam menerapkan prinsip ESG. Penghargaan ini didasarkan pada riset mendalam yang mengulas kelayakan penerima. Seluruh rangkaian ESG Sustainability Forum 2026 dapat disaksikan secara langsung melalui CNBC Indonesia TV, situs web cnbcindonesia.com, serta kanal media sosial CNBC Indonesia (YouTube, TikTok, dan Instagram).









Tinggalkan komentar