Lintaswarta.co.id melaporkan, di tengah gejolak harga energi global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, pemerintah Filipina mengambil langkah cepat dengan meluncurkan program subsidi bahan bakar. Inisiatif ini, yang dimulai pada Selasa (14/4/2026), secara khusus menargetkan para pengemudi jeepney di kawasan Metro Manila, sebagai upaya meredam beban ekonomi yang kian berat akibat lonjakan harga bahan bakar.
Para pengemudi jeepney terlihat mengantre panjang di berbagai stasiun pengisian bahan bakar di Manila, Filipina, pada Selasa (15/4/2026), untuk menerima bantuan tunai dari pemerintah. Program ini memungkinkan pengemudi menerima subsidi sebesar 10 peso per liter, yang saat ini diujicobakan secara terbatas di 52 stasiun pengisian bahan bakar terakreditasi. Kebijakan ini merupakan respons langsung dari inisiatif yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr. untuk menanggapi lonjakan harga energi dunia.

Menteri Energi Filipina, Sharon Garin, menegaskan bahwa fase awal program ini akan difokuskan pada pengemudi jeepney sebelum diperluas ke moda transportasi umum lainnya. "Sistem ini perlu diuji apakah akan berfungsi," ujar Garin dalam sebuah wawancara, seraya menambahkan bahwa uji coba selama seminggu di Metro Manila sangat krusial untuk memastikan efektivitas sistem sebelum implementasi yang lebih luas ke kendaraan angkutan umum seperti bus dan layanan kendaraan jaringan transportasi.

Related Post
Program subsidi ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Setiap pengemudi berhak memperoleh diskon pembelian bahan bakar hingga maksimal 150 liter per minggu, yang setara dengan penghematan hingga 1.500 peso. Batasan ini ditetapkan untuk menyesuaikan dengan rata-rata konsumsi mingguan sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan dana subsidi.
Berdasarkan data dari Land Transportation Franchising and Regulatory Board, sekitar 18.000 pengemudi jeepney diperkirakan akan menjadi penerima manfaat dari tahap uji coba ini. Menariknya, peluncuran subsidi ini juga bertepatan dengan proyeksi penurunan harga bahan bakar di pasar global. Solar diperkirakan akan turun setidaknya 20,89 peso per liter, sementara bensin dan minyak tanah masing-masing berpotensi turun minimal 4,43 peso dan 8,50 peso per liter. Langkah pemerintah Filipina ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi sektor transportasi publik yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat.









Tinggalkan komentar