Gunung Ibu Menggeliat Dini Hari Warga Waspada

Harimurti

Gunung Ibu Menggeliat Dini Hari Warga Waspada

lintaswarta.co.id melaporkan bahwa Gunung Ibu, yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Erupsi terjadi pada Minggu, 6 September, tepatnya pukul 04.55 WIT, mengejutkan warga sekitar di kala subuh. Kejadian ini menambah daftar gunung berapi yang aktif di Indonesia setelah sebelumnya Anak Krakatau juga sempat menjadi perhatian.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera merilis data terkait letusan ini. Mereka mencatat bahwa kolom letusan yang membumbung tinggi mencapai sekitar 400 meter di atas puncak kawah, atau setara dengan 1.725 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang terbentuk teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang, bergerak perlahan ke arah timur laut, mengindikasikan arah sebaran material vulkanik.

Gunung Ibu Menggeliat Dini Hari Warga Waspada
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Erupsi dini hari tersebut juga terekam jelas oleh peralatan seismograf. Amplitudo maksimum yang tercatat mencapai 15 milimeter, dengan durasi letusan sekitar 35 detik. Data ini memberikan gambaran teknis mengenai kekuatan dan karakteristik erupsi yang terjadi, menunjukkan adanya pelepasan energi yang signifikan dari dalam perut bumi.

COLLABMEDIANET

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Badan Geologi, mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat. Warga yang bermukim di sekitar Gunung Ibu, serta para wisatawan, diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Zona bahaya ini ditetapkan untuk menjamin keselamatan warga dari potensi bahaya letusan susulan atau lontaran material pijar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Selain itu, larangan beraktivitas juga diperluas secara sektoral sejauh 3,5 kilometer, khususnya ke arah bukaan kawah di bagian utara. Area ini dianggap memiliki risiko lebih tinggi karena merupakan jalur utama keluarnya material vulkanik. Masyarakat juga diimbau untuk selalu mewaspadai potensi terjadinya hujan abu. Apabila hujan abu terjadi, warga yang beraktivitas di luar rumah sangat disarankan untuk menggunakan pelindung diri seperti masker untuk hidung dan mulut, serta kacamata pelindung untuk menjaga mata dari iritasi. Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk dari erupsi Gunung Ibu dan menjaga keselamatan seluruh warga.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar