Sebuah rekaman video yang menampilkan objek diduga kapal terbalik di perairan dekat Gunung Anak Krakatau (GAK) sempat menghebohkan jagat maya. Konten kreator Andrea Ramadhan mengunggah video tersebut, memicu spekulasi luas. Menanggapi viralnya video ini, lintaswarta.co.id melaporkan bahwa Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten telah melakukan investigasi menyeluruh dan menyatakan hasilnya nihil.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa tim SAR gabungan segera bergerak ke lokasi yang ditunjukkan dalam video. Menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan dilengkapi teknologi drone, pencarian intensif dilakukan. "Jarak Sea Rider yang diturunkan untuk menerbangkan drone dengan pesisir Gunung Anak Krakatau kurang lebih 500 meter. Setelah melakukan cross check terhadap informasi tersebut, hasilnya nihil," ujar Al Amrad kepada awak media pada Selasa (15/9). Ia menambahkan bahwa area sekitar GAK sebenarnya sudah berulang kali disisir oleh tim SAR.
Meskipun area tersebut telah masuk dalam zona pencarian rutin KN SAR Tetuka, tim tetap mendatangi lokasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar luas di media sosial. "Dengan video Instagram yang kami dapat, kami pastikan lagi kembali hari ini. Objek tersebut tidak nampak sama sekali," terangnya. Di sisi lain, Andrea Ramadhan, sang pengunggah video, juga turut memberikan klarifikasi mengenai objek yang terekam oleh dronenya.

Related Post
Andrea menjelaskan bahwa awalnya ia tidak menyadari adanya objek mencurigakan dalam rekaman. Namun, setelah menerima pesan dari warganet di Instagram yang menanyakan hal tersebut, ia memutar ulang videonya berkali-kali dan memperbesar tampilan. "Saya lihat, putar balik berkali-kali, saya zoom. Ya saya juga jadinya bertanya-tanya, ini apa ya. Kalau saya kan orang awam di laut," ungkap Andrea. Ia sengaja mengunggah kembali video tersebut ke akun Instagramnya dengan harapan mendapatkan masukan dari netizen yang lebih berpengalaman di laut, untuk mengidentifikasi apakah objek itu benar kapal terbalik, ombak, atau karang. Andrea sendiri berada di lokasi dekat GAK pada Minggu (13/9) untuk membantu pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di Selat Sunda.









Tinggalkan komentar