Vila Mewah Milik Taipan Vietnam Ambruk

Harimurti

Vila Mewah Milik Taipan Vietnam Ambruk

lintaswarta.co.id – Sebuah drama hukum yang melibatkan harta kekayaan fantastis tengah menyita perhatian publik di Vietnam. Tran Thi Toan, seorang taipan wanita berusia 80 tahun yang dikenal sebagai sosok kaya raya, melayangkan gugatan hukum besar terhadap pihak pengembang dan investor properti. Perselisihan ini bermula dari kerusakan struktural parah yang menimpa deretan vila mewah miliknya akibat proyek pembangunan gedung pencakar langit di area sekitarnya.

Tran Thi Toan bukanlah nama sembarangan di dunia bisnis Vietnam. Sebagai pendiri sekaligus pengelola Toan Thang Co. Ltd., ia menguasai aset berharga mulai dari tambang batu putih hingga jaringan hotel mewah. Namanya sempat menjadi buah bibir pada tahun 2017 ketika ia melakukan aksi borong enam unit vila di kawasan elit Vinhomes Golden River Ba Son. Kawasan tersebut merupakan zona prestisius dengan nilai aset yang mencapai triliunan dong atau setara dengan Rp 685,3 miliar.

Vila Mewah Milik Taipan Vietnam Ambruk
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, kemewahan tersebut berubah menjadi petaka. Masalah muncul pada tahun 2020 saat perusahaan Elegance Real Estate Investment Company memulai pembangunan proyek Ba Son Central Complex. Proyek gedung tinggi tersebut berlokasi tepat di samping deretan vila milik Toan. Akibat aktivitas konstruksi tersebut, struktur bangunan vila-vila mewah itu mengalami retakan hebat hingga mengalami amblas.

COLLABMEDIANET

Dalam persidangan di Pengadilan Rakyat Wilayah 1 Vietnam, Toan mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut membuat propertinya tidak layak huni. Hal ini berdampak pada kegagalan pemenuhan kontrak sewa, yang mengakibatkan empat unit vilanya terbengkalai tanpa penghuni. Atas kerugian tersebut, sang taipan menuntut ganti rugi total yang sangat besar, mencakup biaya perbaikan bangunan serta kompensasi atas hilangnya potensi pendapatan sewa.

Menanggapi gugatan tersebut, pihak Elegance memberikan pembelaan yang cukup keras. Mereka menolak seluruh klaim Toan dengan alasan tidak memiliki ikatan kontrak langsung dengan sang taipan. Pihak pengembang berdalih bahwa kerusakan bangunan disebabkan oleh faktor alam, mengingat lokasi vila berdiri di atas tanah yang lunak. Mereka juga meminta pengadilan untuk mengabaikan bukti pendapatan sewa yang diajukan penggugat.

Di sisi lain, Masterise Real Estate Development selaku pengembang proyek juga mencoba menarik diri dari pusaran masalah ini. Mereka menyatakan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kerusakan yang terjadi dan meminta pengadilan untuk membebaskan mereka dari segala tuntutan hukum.

Setelah melalui proses pembuktian yang panjang, majelis hakim akhirnya mengeluarkan putusan. Hakim memutuskan untuk mengabulkan sebagian gugatan Toan. Elegance diperintahkan untuk membayar biaya perbaikan sebesar US$ 65.384 atau sekitar Rp 1,16 miliar. Berdasarkan temuan di lapangan, hakim menilai bahwa aktivitas pemompaan air tanah dan penggunaan alat berat dalam proyek Ba Son Central Complex telah mempercepat penurunan tanah, yang secara langsung merusak vila nomor 16 dan 17.

Meski demikian, hakim tidak sepenuhnya memihak Toan. Untuk kerusakan pada unit vila lainnya, pengadilan menilai hal tersebut merupakan dampak alami dari kondisi tanah yang memang sudah tidak stabil sejak awal. Selain itu, tuntutan ganti rugi sebesar US$ 1,58 juta terkait hilangnya pendapatan sewa ditolak mentah-mentah oleh hakim karena dianggap tidak memiliki bukti hubungan sebab-akibat yang kuat antara kerusakan fisik dengan pembatalan kontrak penyewa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar