4 Jebakan Maut Hambat RI Kuasai Mineral Langka!

Harimurti

4 Jebakan Maut Hambat RI Kuasai Mineral Langka!

Lintaswarta.co.id – Ambisi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri Logam Tanah Jarang (LTJ) tampaknya masih terganjal. Badan Industri Mineral (BIM) baru-baru ini membeberkan empat tantangan krusial yang menghambat pengembangan mineral strategis ini, mengancam kedaulatan teknologi dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan di tanah air. Kepala BIM, Brian Yuliarto, menyebutkan bahwa kombinasi faktor kelembagaan, teknis, dan eksternal menjadi penyebab utama kemandekan ini. Pernyataan ini disampaikan Brian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Brian merinci, salah satu batu sandungan utama adalah fragmentasi kewenangan. "Adanya beberapa kewenangan yang berbeda-beda," ujarnya, mengakibatkan tata kelola yang terpecah dan tumpang tindih regulasi, mempersulit koordinasi pengembangan LTJ. Selain itu, terdapat kesenjangan signifikan antara kapabilitas riset di tingkat akademik dengan implementasi di sektor industri. Hasil penelitian yang menjanjikan seringkali sulit dikomersialisasikan, menghambat inovasi dan kemajuan teknologi lokal.

4 Jebakan Maut Hambat RI Kuasai Mineral Langka!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tak hanya itu, sektor LTJ Indonesia juga menghadapi ketergantungan yang sangat besar pada teknologi asing dan pasar internasional. Ketergantungan ini membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi pasar global dan transfer teknologi yang terbatas. "Ketergantungan teknologi asing yang sangat besar," tegas Brian. Terakhir, namun tak kalah penting, adalah risiko lingkungan dan sosial yang tinggi. Sebagian besar LTJ ditemukan berikatan dengan mineral radioaktif, menimbulkan potensi bahaya bagi keselamatan dan ekosistem lokal. "Sering tentunya akan berbahaya dari sisi keselamatan," tambahnya, menyoroti dampak negatif terhadap lingkungan dan struktur sosial masyarakat sekitar.

COLLABMEDIANET

Menanggapi kompleksitas tantangan ini, Brian menekankan urgensi pembentukan sebuah orkestrator nasional. Lembaga ini diharapkan mampu menyatukan berbagai sumber daya, teknologi, dan pasar yang terfragmentasi, demi mencapai kemandirian dan efisiensi dalam pengelolaan LTJ. "Sehingga kita bisa melihat bahwa perlu adanya orkestrator nasional yang bisa menyatukan sumber daya, teknologi, dan pasar," pungkasnya. Penanganan serius terhadap keempat tantangan ini menjadi kunci bagi Indonesia untuk benar-benar mengoptimalkan kekayaan alamnya dan mewujudkan kedaulatan teknologi di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar