Akhirnya Tiga Emiten Ini Bagi Dividen Lagi

Harimurti

Akhirnya Tiga Emiten Ini Bagi Dividen Lagi

lintaswarta.co.id – Kabar gembira datang bagi para investor yang telah setia menanti di pasar modal Indonesia. Setelah melewati masa penantian yang sangat panjang, tiga emiten besar di sektor pertambangan akhirnya memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya pada tahun 2026 ini. Langkah ini menjadi momen bersejarah karena ketiga perusahaan tersebut telah lama absen atau bahkan belum pernah membagikan dividen sejak pertama kali melantai di bursa.

Tiga perusahaan yang menjadi sorotan adalah PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Masing-masing perusahaan memiliki catatan unik mengenai durasi "puasa" dividen yang mereka jalani sebelum akhirnya memutuskan untuk memberikan imbal hasil tunai kepada investor.

Akhirnya Tiga Emiten Ini Bagi Dividen Lagi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu yang paling mencolok adalah PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). Perusahaan tambang emas ini tercatat telah melewati masa vakum pembagian dividen tunai selama belasan tahun. Berdasarkan data historis, PSAB terakhir kali membagikan dividen tunai pada November 2009. Setelah melewati rentang waktu hampir 17 tahun tanpa setoran tunai ke kantong investor, PSAB akhirnya kembali beraksi pada Juni 2026.

COLLABMEDIANET

Melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar awal Juni 2026, perusahaan menyepakati pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp2,7783 triliun atau setara Rp105 per saham. Tak berhenti di situ, pada September 2026, perusahaan kembali menyuntikkan tambahan dividen sebesar Rp30 per saham. Jika diakumulasikan, total dana yang diterima pemegang saham mencapai Rp135 per saham. Perlu dicatat bahwa selama masa absen tersebut, PSAB sebenarnya pernah membagikan dividen dalam bentuk saham pada 2014, namun bukan dalam bentuk uang tunai.

Kejutan lain datang dari PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Perusahaan jasa pertambangan ini mencatatkan sejarah baru dengan membagikan dividen tunai perdana setelah hampir 19 tahun bergabung di bursa efek. Sejak melantai pada September 2007, investor DEWA baru merasakan manisnya dividen pada Juli 2026. Perusahaan merealisasikan pembagian sebesar Rp58,6 miliar atau Rp1,50 per saham yang bersumber dari laba tahun buku 2025. Direktur Darma Henwa, Ricardo Silaen, menegaskan bahwa aksi korporasi ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah perjalanan perusahaan.

Tak kalah menarik, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga mengakhiri masa penantian selama 11 tahun sejak melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 2015. MDKA membagikan dividen tunai sebesar Rp12,285 per saham pada Juli 2026. Berbeda dengan dua emiten lainnya, sumber dana dividen MDKA berasal dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya, bukan murni dari laba bersih tahun berjalan 2025.

Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan strategi keuangan pada emiten-emiten tambang tersebut, di mana mereka mulai merasa cukup stabil untuk membagikan sebagian keuntungan kepada para pemilik modal setelah sekian lama fokus pada ekspansi dan pertumbuhan bisnis.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar